Libur Panjang Akhir Oktober, Pjs Gubernur Sulut Imbau Warga Stay at Home

loading...
Libur Panjang Akhir Oktober, Pjs Gubernur Sulut Imbau Warga Stay at Home
Saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 29 Oktober 2020, Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Foto SINDOnews
MANADO - Saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 29 Oktober 2020 dan cuti bersama tanggal 28 dan 30 Oktober 2020, Pjs Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Agus Fatoni kembali mengimbau seluruh masyarakat Sulut untuk tetap tinggal di rumah atau stay at home

Libur panjang masyarakat diimbau untuk tinggal di rumah kecuali mendesak. Tetap patuhi protokol Covid-19 saat liburan untuk mencegah penularan Covid 19,” ujar Fatoni.

Himbauan ini disampaikan Pjs Gubernur Fatoni untuk menindaklanjuti surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Nomor 440/5876/SJ Tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada libur dan cuti bersama tahun 2020.

“Sehubungan dengan hal tersebut, agar gubernur, bupati/wali kota untuk mengambil sejumlah langkah,” ujar Tito.(Baca: Epidemiolog Imbau Masyarakat Jangan Pulang Kampung saat Libur Panjang)



Dalam SE yang ditandatangani pada 21 Oktober 2020 itu, ada 11 poin yang ditekankan oleh Mendagri, pertama, mengimbau masyarakatnya selama melaksanakan libur dan cuti bersama agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga.

Serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing sambil menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kedua, dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW masyarakat diimbau agar dilaksanakan di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan utamanya menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak serta tidak berkerumun untuk menghindari penularan Covid-19.



Ketiga, jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan keluar daerah agar dilakukan test PCR atau Rapid Test atau menyesuaikan dengan aturan moda transportasi yang berlaku. Hal ini untuk memastikan pelaku perjalanan bebas Covid-19 demi melindungi orang Iain termasuk keluarga di perjalanan ataupun orang di tempat yang dikunjungi.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top