Tuding Polisi Ambil Untung dari Operasi Yustisi, Akun Facebook di Blitar Diselidiki
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Foto profil akun menggunakan gambar salah satu karakter di film kartun Naruto. Begitu juga pada foto latar belakang akun. Namun pada fitur koleksi foto terdapat beberapa foto lelaki muda dengan balita serta perempuan yang dimungkinkan istrinya. Menurut Rochan, saat ini polisi masih melakukan pendalaman. Apakah postingan status tersebut masuk kategori hujatan, ujaran kebencian atau kritik.
"Dalam hal ini polisi tetap mengedepankan praduga tak bersalah," tegas Rochan. Dalam kesempatan itu Rochan juga menjelaskan jika operasi yustisi yang digelar, yakni terutama terkait protokol kesehatan COVID-19, melibatkan lintas institusi. Diantaranya TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pengadilan, Kejaksaan dan Satpol PP.
Tudingan di media sosial yang menyebut hasil operasi yustisi berupa denda menjadi pendapatan polisi, ditegaskan Rochan tidak benar. "Sebab semua uang denda dari warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan masuk ke kas negara melalui persidangan," pungkas Rochan.
"Dalam hal ini polisi tetap mengedepankan praduga tak bersalah," tegas Rochan. Dalam kesempatan itu Rochan juga menjelaskan jika operasi yustisi yang digelar, yakni terutama terkait protokol kesehatan COVID-19, melibatkan lintas institusi. Diantaranya TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pengadilan, Kejaksaan dan Satpol PP.
Tudingan di media sosial yang menyebut hasil operasi yustisi berupa denda menjadi pendapatan polisi, ditegaskan Rochan tidak benar. "Sebab semua uang denda dari warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan masuk ke kas negara melalui persidangan," pungkas Rochan.
(vit)
Lihat Juga :