Menakar Peluang Investasi di Banten di Tengah dan Pasca-Pandemi
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Dibukanya Tol Serang – Panimbang akan terbuka akses ke Selatan Banten, sehingga ada potensi terbangunnya kawasan industri baru di Kabupaten Lebak, antara lain sedang direncanakan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Cileles yang luasnya hampir 2.000 Ha, dimana posisi rencana kawasan tersebut dekat pintu tol, menjadikan kawasan ini sangat strategis, bebas dari kemacetan dan mempunyai akses langsung jalur transportasi bebas hambatan.
BACA JUGA: Sekretariat DPRD Banten Optimis Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Mahdani mengatakan, berinvestasi di Provinsi Banten memiliki banyak keuntungan, mulai dari lokasi yang strategis, memiliki bandara internasional Soekarno-Hatta, dekat dengan Tanjung Priok sebagai pelabuhan peti kemas, hinga Pelabuhan Merak yang menjadi gerbang pulau Jawa menuju ke Sumatera, dan sebaliknya.
“Tren investasi di Banten itu high technology. Namun ada lima sektor yang masih dominan, yakni industri baja, petrokimia, alas kaki dan tekstil, makanan, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Industri semacam ini masuk pada high technology yang digerakkan adalah teknologi tinggi,” kata Mahdani, Jumat (23/10/2020)
Tak hanya didukung karena letak geografis, namun Banten juga didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai. Betonisasi dan pengasapalan yang dilakukan Pemrov Banten sudah menyentuh hingga pelosok daerah, terutama daerah yang dekat dengan kawasan industri dan wisata.
“Keluhan infrastruktur, sudah akan teratasi. Karena Pak Gubernur dan Wagub fokus tiga tahun ini ke infrastruktur. Jalan-jalan yang jadi kewenangan provinsi tinggal 15 kilometer lagi, itupun di wilayah selatan,” jelas Mahdani.
Salah satu indikator Banten sebagai tujuan investasi bisa dilihat dari tren investasi yang terus menunjukan grafik yang positif. Belum lagi, provinsi di ujung Pulau Jawa ini selalu masuk dalam 5 besar tujuan investasi di Indonesia, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Berdasar Laporan Kegiatan Investasi (LKPM) yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dari tahun 2017 hingga 2019 tren investasi di Banten menunjukan grafik positif, sehingga serapan tenaga kerjanya sampai sebelum masa pandemic, cukup tinggi.
BACA JUGA: Sekretariat DPRD Banten Optimis Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Mahdani mengatakan, berinvestasi di Provinsi Banten memiliki banyak keuntungan, mulai dari lokasi yang strategis, memiliki bandara internasional Soekarno-Hatta, dekat dengan Tanjung Priok sebagai pelabuhan peti kemas, hinga Pelabuhan Merak yang menjadi gerbang pulau Jawa menuju ke Sumatera, dan sebaliknya.
“Tren investasi di Banten itu high technology. Namun ada lima sektor yang masih dominan, yakni industri baja, petrokimia, alas kaki dan tekstil, makanan, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Industri semacam ini masuk pada high technology yang digerakkan adalah teknologi tinggi,” kata Mahdani, Jumat (23/10/2020)
Tak hanya didukung karena letak geografis, namun Banten juga didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai. Betonisasi dan pengasapalan yang dilakukan Pemrov Banten sudah menyentuh hingga pelosok daerah, terutama daerah yang dekat dengan kawasan industri dan wisata.
“Keluhan infrastruktur, sudah akan teratasi. Karena Pak Gubernur dan Wagub fokus tiga tahun ini ke infrastruktur. Jalan-jalan yang jadi kewenangan provinsi tinggal 15 kilometer lagi, itupun di wilayah selatan,” jelas Mahdani.
Salah satu indikator Banten sebagai tujuan investasi bisa dilihat dari tren investasi yang terus menunjukan grafik yang positif. Belum lagi, provinsi di ujung Pulau Jawa ini selalu masuk dalam 5 besar tujuan investasi di Indonesia, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Berdasar Laporan Kegiatan Investasi (LKPM) yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dari tahun 2017 hingga 2019 tren investasi di Banten menunjukan grafik positif, sehingga serapan tenaga kerjanya sampai sebelum masa pandemic, cukup tinggi.
Lihat Juga :