HSN 2020, Pesantren Al-Hamidiyah Depok Menjadi Percontohan Protokol COVID-19
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Di tempat yang sama, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan pesantren adalah kelompok khusus seperti gelombang yang memiliki daya loncat tinggi. Pasalnya, sebagai tempat dinding spiritual, jasmani.
"Kita berharap agar Pesantren Al-Hamidiyah menjadi pemicu bagi pesantren lainnya dalam upaya pencegahan COVID-19. Pesantren ini cluster yang memiliki sifat khusus. Semoga dengan pencegahan penyebaran COVID-19 bisa berakhir,” jelasnya.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur menambahkan Pesantren Al-Hamidiyah bisa menjadi role model dalam Gerakan Pesantren Sehat Siaga COVID-19. Sehingga, banyak pesantren lain yang bisa melakukan hal sama.
“Saya apresiasi dengan kekuatan terbatas Pesantren bisa melakukan inovasi dan pandai beradaptasi. Negara hadir dalam memberikan bantuan kepada pesantren terdampak COVID-19. Bantuan daring 14 ribuan pesantren tidak lakukan tatap muka. Kita berharap, dengan usaha, ketulusan doa para kiai dan semua diharapkan COVID-19 segera berakhir,” paparnya. (Baca juga: Hari Santri Nasional Jadi Pijakan Memperkuat Potensi Digital Santri)
Rangkaian kampanye 3 M ini sudah dimulai oleh tim dari Kemenkes dan Kemenag melalui Video Conference dan dibuka oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat. Materi dalam kegiatan tersebut antara lain berupa arahan, best practice sharing, diskusi dan tanya jawab. Target sasaran adalah 170 pondok pesantren, 34 Dinas Kesehatan Provinsi, 170 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, 34 Kanwil Agama Provinsi, 170 Kanwil Agama Kabupaten/Kota, 170 Puskesmas Terpilih.
"Kita berharap agar Pesantren Al-Hamidiyah menjadi pemicu bagi pesantren lainnya dalam upaya pencegahan COVID-19. Pesantren ini cluster yang memiliki sifat khusus. Semoga dengan pencegahan penyebaran COVID-19 bisa berakhir,” jelasnya.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur menambahkan Pesantren Al-Hamidiyah bisa menjadi role model dalam Gerakan Pesantren Sehat Siaga COVID-19. Sehingga, banyak pesantren lain yang bisa melakukan hal sama.
“Saya apresiasi dengan kekuatan terbatas Pesantren bisa melakukan inovasi dan pandai beradaptasi. Negara hadir dalam memberikan bantuan kepada pesantren terdampak COVID-19. Bantuan daring 14 ribuan pesantren tidak lakukan tatap muka. Kita berharap, dengan usaha, ketulusan doa para kiai dan semua diharapkan COVID-19 segera berakhir,” paparnya. (Baca juga: Hari Santri Nasional Jadi Pijakan Memperkuat Potensi Digital Santri)
Rangkaian kampanye 3 M ini sudah dimulai oleh tim dari Kemenkes dan Kemenag melalui Video Conference dan dibuka oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat. Materi dalam kegiatan tersebut antara lain berupa arahan, best practice sharing, diskusi dan tanya jawab. Target sasaran adalah 170 pondok pesantren, 34 Dinas Kesehatan Provinsi, 170 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, 34 Kanwil Agama Provinsi, 170 Kanwil Agama Kabupaten/Kota, 170 Puskesmas Terpilih.
(kri)
Lihat Juga :