Pengelolaan IPAL Komunal Belum Maksimal, DPRD Gorontalo Belajar di Makassar
Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:44 WIB
loading...
DPRD Gorontalo saat melakukan kunjungan kerja di Dinas PU Makassar terkait dengan pengelolaan IPAL. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Sistem pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kota Gorontalo belum maksimal. Tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui dampak pembuangan air limbah terhadap lingkungan menjadi salah satu penyebabnya.
Hal ini yang mendorong Komisi C DPRD Gorontalo datang dan berkunjung ke Dinas Pekejaan Umum Kota Makassar . Apalagi sistem pengelolaan limbah di Kota Makassar sudah ada menggunakan Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPTL).
Baca Juga: Dinas PU Makassar Kejar Program Hibah Air Limbah Kementerian PUPR
"Kita sudah ada titik IPAL Komunal yang terbangun, tapi dari segi pemanfaatan itu belum maksimal. Makanya kita mau sharing supaya ada masukan bagi kami untuk pengelolaan IPAL di Gorontalo," kata Ketua Komisi C DPRD Gorontalo, Siadauri Dj Kinga.
Kepala Seksi Sanitasi dan Air Bersih Bidang Sarana dan Prasarana Dinas PU Kota Makassar , Nuraeni Bakiman menyebut ada 150 titik IPAL Komunal di seluruh kelurahan yang dikelola UPT PAL.
Hal ini yang mendorong Komisi C DPRD Gorontalo datang dan berkunjung ke Dinas Pekejaan Umum Kota Makassar . Apalagi sistem pengelolaan limbah di Kota Makassar sudah ada menggunakan Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPTL).
Baca Juga: Dinas PU Makassar Kejar Program Hibah Air Limbah Kementerian PUPR
"Kita sudah ada titik IPAL Komunal yang terbangun, tapi dari segi pemanfaatan itu belum maksimal. Makanya kita mau sharing supaya ada masukan bagi kami untuk pengelolaan IPAL di Gorontalo," kata Ketua Komisi C DPRD Gorontalo, Siadauri Dj Kinga.
Kepala Seksi Sanitasi dan Air Bersih Bidang Sarana dan Prasarana Dinas PU Kota Makassar , Nuraeni Bakiman menyebut ada 150 titik IPAL Komunal di seluruh kelurahan yang dikelola UPT PAL.
Lihat Juga :