Rudenim Makassar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Bahas 1.671 Pengungsi Asing
Kamis, 22 Oktober 2020 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Namun katanya, masalah pendanaan bagi pengungsi baru juga bikin pelik, karena Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) sejak Maret 2018 sudah tidak menanggung pendanaan mereka.
Dia menyebutkan, di Makassar sendiri ada sekira 40 dari ribuan pengungsi berstatus mandiri yang pendanaanya tidak ditanggung IOM.
"Misalnya ada pengungsi Rohingnya itu mandiri, jadi pendanaan mereka dibantu biasanya sama jamaah-jamaah, ataupun penduduk sekitar. Atau mereka berinteraksi dengan caranya menikah dengan orang lokal. Otomatis dibiayai sama istrinya," jelas Togol.
Persoalan lain, lanjut Togol keberadaan pengungsi asing sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena kerap melakukan keonaran sampai tindak pidana, antara lain berpesta minuman keras, mencuri, mengendarai sepeda motor tanpa surat izin mengemudi, keluar kota tanpa izin, menipu, sampai melekakukan pelecehan seksual dan perselingkuhan.
Baca Juga: Rudenim Makassar Launcing Media Center dan Podcast Si Raka Okkots
Dia menyebutkan, di Makassar sendiri ada sekira 40 dari ribuan pengungsi berstatus mandiri yang pendanaanya tidak ditanggung IOM.
"Misalnya ada pengungsi Rohingnya itu mandiri, jadi pendanaan mereka dibantu biasanya sama jamaah-jamaah, ataupun penduduk sekitar. Atau mereka berinteraksi dengan caranya menikah dengan orang lokal. Otomatis dibiayai sama istrinya," jelas Togol.
Persoalan lain, lanjut Togol keberadaan pengungsi asing sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena kerap melakukan keonaran sampai tindak pidana, antara lain berpesta minuman keras, mencuri, mengendarai sepeda motor tanpa surat izin mengemudi, keluar kota tanpa izin, menipu, sampai melekakukan pelecehan seksual dan perselingkuhan.
Baca Juga: Rudenim Makassar Launcing Media Center dan Podcast Si Raka Okkots
Lihat Juga :