Soal Puncak Covid di Indonesia, Ini Pendapat Pakar Epidemiologi

Kamis, 07 Mei 2020 - 17:23 WIB
loading...
Soal Puncak Covid di...
Pakar Epidemiologi Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan penurunan atau peningkatan kasus Corona di Indonesia belum dipastikan benar-benar terjadi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dalam sepekan terakhir terjadi penurunan kasus Corona di daerah episentrum yakni, DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar). Keadaan ini belum bisa dianggap sebagai perlambatan penyebaran Sars Cov-II. Pakar Epidemiologi Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan penurunan atau peningkatan kasus Corona di Indonesia belum dipastikan benar-benar terjadi.

Alasannya, karena kemampuan diagnosis atau tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada orang yang diduga terpapar masih terbatas. ”Seluruh pemeriksaannya belum mencapai 10.000 sehari, maka belum bisa memastikan semua hasil dari lab,” ujarnya kepada SINDOnews, Kamis (07/06/2020).

Status DKI Jakarta dalam penyebaran Sars Cov-II belum dinyatakan menurun. Tri Yunis kondisi Ibu Kota masih sangat riskan karena Corona sudah masuk ke permukiman padat penduduk. “Daerah kumuh memungkin penularan lebih banyak. Dinas kesehatan harus memblok daerah-daerah kumuh yang terjadi wabah Corona,” terang dosen Universitas Indonesia (UI) itu.

Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta dari 2-4 Mei berada di bawah 100 orang per hari, yakni 80, 67, dan 79. Dua hari terakhir fluktuatif 148 pada 5 Mei dan 83 pada 6 Mei lalu. Sedangkan di Jabar, naik turun pada 2-4 Mei, yakni 31, 10, dan 193 orang positif. Dua hari terakhir kembali menurun, yakni 48 dan 20 orang positif.

Total jumlah orang yang positif 12.349. Kenaikan angka positif berkisar 300-482 orang per hari. Ada ancaman serius dari orang dalam pemantauan (ODP) yang berjumlah 240.726 dan pasien dalam pengawasan (PDP) 26.932.

Dengan angka positif yang menembus 12.000 orang, menurut Tri Yunis, harusnya kapasitas tes PCR sudah 15.000 per hari. “Kalau kasusnya semakin bertambah banyak, kemampunya harus ditambah lagi. Sekarang masih 34 lab yang berfungsi. Itu belum optimal. Mau ditambah lagi menjadi 76 lab,” ucapnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Pastikan Kasus...
Pramono Pastikan Kasus Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta
Warga Kabupaten Bandung...
Warga Kabupaten Bandung Barat Positif Virus Hanta usai Digigit Tikus Ciwidey
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Rekomendasi
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
BRI Wellness Experience...
BRI Wellness Experience 2026, Menjelajahi Wellness Garden Pertama dan Terbesar di Jantung Jakarta
Ariel Tatum Rayakan...
Ariel Tatum Rayakan Ulang Tahun Kucing dengan Tumpeng dan Kado, Tuai Pujian Warganet
Berita Terkini
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved