Kinerja Bisnis Modena Justru Naik di Masa Pandemi COVID-19
Kamis, 22 Oktober 2020 - 13:57 WIB
loading...
Aktor Christian Sugiono (dua dari kanan) saat launching water heater di Surabaya.Foto/SINDONews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Perusahaan perabotan rumah tangga (home appliances) PT Modena Indonesia selama pandemi COVID-19 mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga mendekati dua digit. Hal tersebut disebabkan saat pandemi orang lebih banyak berada di rumah.
Sehingga ada keinginan untuk menata rumahnya dengan produk-produk sesuai kebutuhan, terutama produk cooking seperti kompor, freezer, hingga air conditioner (AC). "Sejak awal pandemi, kondisi industri produk home appliances ternyata masih cukup baik bahkan cenderung meningkat hampir dua digit," kata Direktur PT Modena Indonesia, Bagus Y Prastowo di sela launching produk water heater limited edition di salah satu toko elektronik di Surabaya, Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: Triwulan III 2020, Bank Jatim Cetak Laba Bersih Rp1,1 Triliun )
Terkait produk water heater limited edition terbarunya, Bagus mengatakan produk ini akan menyasar 30 persen pasar water heater. Pihaknya optimistis produk yang membidik segmen menengah ini akan mampu diterima pasar dengan baik. Utamanya pasar Jawa Timur (Jatim). Menurutnya, segmen menengah ke atas lebih tahan dari dampak pandemi COVID-19. "Kami melihat adanya pertumbuhan penjualan ini karena memang kami fokus menggarap segmen menengah atas yang masih bagus,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Bagus, perseroan juga melihat adanya tren pertumbuhan usaha baru di bidang makanan dan minuman yang memicu adanya permintaan produk kategori cooking. Antara lain freezer untuk kebutuhan menyimpan makanan beku untuk dijual. Selama ini kontribusi terbesar penjualan produk cooking Modena mencapai 47%. "Tapi dalam semester I kemarin yang permintaannya meningkat adalah produk pendingin,” imbuhnya.
(Baca juga: Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Pimpinan Ponpes Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi )
Pasar ritel bagi Modena, lanjutnya, kontribusinya mencapai 90%. Sisanya diserap oleh kebutuhan proyek seperti hotel dan real estate. Secara nasional, kontribusi pasar Jatim mencapai 30% atau terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Untuk memperkuat pasar, rencananya Modena akan menambah kantor cabang sampai akhir tahun menjadi 50 cabang, dan jumlah saat ini sekitar 47 cabang.
Sehingga ada keinginan untuk menata rumahnya dengan produk-produk sesuai kebutuhan, terutama produk cooking seperti kompor, freezer, hingga air conditioner (AC). "Sejak awal pandemi, kondisi industri produk home appliances ternyata masih cukup baik bahkan cenderung meningkat hampir dua digit," kata Direktur PT Modena Indonesia, Bagus Y Prastowo di sela launching produk water heater limited edition di salah satu toko elektronik di Surabaya, Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: Triwulan III 2020, Bank Jatim Cetak Laba Bersih Rp1,1 Triliun )
Terkait produk water heater limited edition terbarunya, Bagus mengatakan produk ini akan menyasar 30 persen pasar water heater. Pihaknya optimistis produk yang membidik segmen menengah ini akan mampu diterima pasar dengan baik. Utamanya pasar Jawa Timur (Jatim). Menurutnya, segmen menengah ke atas lebih tahan dari dampak pandemi COVID-19. "Kami melihat adanya pertumbuhan penjualan ini karena memang kami fokus menggarap segmen menengah atas yang masih bagus,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Bagus, perseroan juga melihat adanya tren pertumbuhan usaha baru di bidang makanan dan minuman yang memicu adanya permintaan produk kategori cooking. Antara lain freezer untuk kebutuhan menyimpan makanan beku untuk dijual. Selama ini kontribusi terbesar penjualan produk cooking Modena mencapai 47%. "Tapi dalam semester I kemarin yang permintaannya meningkat adalah produk pendingin,” imbuhnya.
(Baca juga: Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Pimpinan Ponpes Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi )
Pasar ritel bagi Modena, lanjutnya, kontribusinya mencapai 90%. Sisanya diserap oleh kebutuhan proyek seperti hotel dan real estate. Secara nasional, kontribusi pasar Jatim mencapai 30% atau terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Untuk memperkuat pasar, rencananya Modena akan menambah kantor cabang sampai akhir tahun menjadi 50 cabang, dan jumlah saat ini sekitar 47 cabang.
Lihat Juga :