Pandemi COVID-19, Keberadaan Santri Harus Mampu Menjadi Perekat Umat
Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
"Lebih dari itu juga turut memikirkan bangsa ini secara keseluruhan, persoalan ekonominya, politik, dan yang lainnya," terangnya.
Ia menegaskan, kiprah para kiai dan santri dari dahulu bersifat keumatan. Karenanya hampir semua kiai dan santri selalu menjadi rujukan masyarakat dalam segala persoalan. (Baca juga: Warga Korban Semburan Oro-Oro Kesongo Terima Bantuan Kerbau)
“Kita bisa menyaksikan di berbagai daerah, masyarakat selalu meminta kepada para kiai untuk memberikan solusi atas segala problematika yang dihadapi. Jadi para kiai ini tidak hanya mendidik masyarakat dalam bidang keagamaan, tapi dalam banyak hal. Ini tentu menjadi tugas besar yang harus diikuti para santrinya,” jelasnya.
Anggota Dewan dari daerah pemilihan kota santri Banyumas dan Cilacap itu lebih jauh menjelaskan, ada banyak persoalan di masyarakat yang dapat diselesaikan dengan baik oleh para kiai dan santri, misalnya perbedaan pemahaman agama, perbedaan pilihan politik, dan yang lainnya. (Baca juga: Warga Gunungkidul Simpan Alquran Tulisan Tangan Berusia Dua Abad)
“Setiap kali ada perbedaan atau perselisihan, para kiai bisa menjadi penengah atau mediator, juru damai. Santri harus begitu, mempertemukan dan merukunkan masyarakat dengan beragam kepentingannya dalam satu ukhuwwah atau persaudaraan,” pungkasnya.
Ia menegaskan, kiprah para kiai dan santri dari dahulu bersifat keumatan. Karenanya hampir semua kiai dan santri selalu menjadi rujukan masyarakat dalam segala persoalan. (Baca juga: Warga Korban Semburan Oro-Oro Kesongo Terima Bantuan Kerbau)
“Kita bisa menyaksikan di berbagai daerah, masyarakat selalu meminta kepada para kiai untuk memberikan solusi atas segala problematika yang dihadapi. Jadi para kiai ini tidak hanya mendidik masyarakat dalam bidang keagamaan, tapi dalam banyak hal. Ini tentu menjadi tugas besar yang harus diikuti para santrinya,” jelasnya.
Anggota Dewan dari daerah pemilihan kota santri Banyumas dan Cilacap itu lebih jauh menjelaskan, ada banyak persoalan di masyarakat yang dapat diselesaikan dengan baik oleh para kiai dan santri, misalnya perbedaan pemahaman agama, perbedaan pilihan politik, dan yang lainnya. (Baca juga: Warga Gunungkidul Simpan Alquran Tulisan Tangan Berusia Dua Abad)
“Setiap kali ada perbedaan atau perselisihan, para kiai bisa menjadi penengah atau mediator, juru damai. Santri harus begitu, mempertemukan dan merukunkan masyarakat dengan beragam kepentingannya dalam satu ukhuwwah atau persaudaraan,” pungkasnya.
(boy)
Lihat Juga :