Karpet Serat Pohon Pisang Produksi Palembang Kini Mendunia

Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:03 WIB
loading...
Karpet Serat Pohon Pisang...
Karpet berbahan serat pohon pisang dari Palembang, kini mendunia. Foto/iNews TV/Bambang Irawan
A A A
PALEMBANG - Karpet produksi Palembang , Sumatera Selatan, kini mendunia. Produk kerajinan itu, mampu menembus pangsa pasar Amerika, dan Eropa. Bahkan, di tengah pandemi COVID-19 bengkel anyaman ini tidak satupun merumahkan pegawainya.

(Baca juga: Janda di Madina Ajak Anaknya yang Masih SMP untuk Jualan Ganja )

Bengkel anyam milik Djunaidi di Jalan Sukarela kilometer tujuh Palembang , terlihat puluhan pekerja larut dalam kesibukannya membuat karpet yang terbuat dari serat pohon pisang.

Mereka larut dengan berbagai peralatan yang dipegangnya, untuk menciptakan lembaran karpet yang indah. Para pekerja nampak sibuk dengan peralatan seperti alat tenun bukan mesin (ATBM), palu, paku, lem, dan gunting.

Karpet Serat Pohon Pisang Produksi Palembang Kini Mendunia


Serat pohon pisang yang digunakan, menurut pemilik bengkel anyam karpet serat pohon pisang, Djunaidi, khusus serat pohon pisang Abaca, alias Abaca Fiber, yang diimpor dari Filipina, dan Ekuador.

(Baca juga: 3 Anggota Satpol PP Kota Batam yang Peras Pengemis Jadi Tersangka )

"Serat pohon pisang Abaca ini sengaja kami pilih untuk bahan utama pembuatan karpet , karena memiliki kualitas yang bagus. Serat bisa tahan lama, sehingga karpet yang dihasilkan juga akan bagus," tuturnya.

Proses pembuatan karpet ini dimulai dari memintal serat pohon pisang Abaca, menjadi tali di bagian pemintalan. "Tiga lembar serat dijadikan satu, sehingga menjadi tali yang lebih tebal," terangnya.

Tali itulah yang akan dirajut menjadi berbagai jenis kerajinan , di antaranya karpet atau pun keset kaki, tatakan dengan berbagai motif. Sementara untuk karpet ukuran terbesar, yakni 9 x 9 meter, diproduksi dengan metode merajut secara vertikal.

Meskipun tanpa motif, proses produksi karpet ukuran besar ini bisa memakan waktu 1-3 bulan, karena memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam proses merajutnya secara vertikal. (Baca juga: Selama Pandemi COVID-19, Limbah Medis di Cimahi Alami Kenaikan )

Karpet Serat Pohon Pisang Produksi Palembang Kini Mendunia


Produk karpet serat pohon pisang Abaca ini, diklaim Djunaidi baru satu-satunya di Indonesia. " Karpet ini murni handmade, dan dibuat hanya berdasarkan permintaan yang rata-rata berasal dari Amerika, Inggris, Belgia, Turki, dan Malaysia," ungkapnya.

Harga karpet serat pohon pisang bervariasi, tergantung dari bentuk dan ukuran. Ada yang dihitung Rp3 juta/meter, dan harga termahal adalah karpet ukuran terbesar yakni hampir mencapai Rp250 juta.

(Baca juga: Selalu Ganggu Keamanan, Bukti KKSB Tak Dukung Kesejahteraan Papua )

Saat kondisi normal, omzet usaha ini mencapai Rp1 miliar/bulan. Namun akibat pandemi COVID-19 omzet usaha ini turun hingga 40%. Namun Djunaidi yakin, apabila kondisinya sudah normal, akan banyak pemesanan lagi seperti sedia kala.

(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Rekomendasi
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
12 Jenis Pisang Terbaik...
12 Jenis Pisang Terbaik di Dunia, Nomor 4 dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved