Pemprov Jatim Genjot Produktivitas Sektor Pangan
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:17 WIB
loading...
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur ( Jatim ) Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan terus menggenjot produktivitas di sektor pertanian meski Pandemi COVID-19 belum berakhir.
Sektor pertanian diakui Khofifah menjadi sektor andalan yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, sekaligus sebagai instrumen untuk mendorong pemulihan ekonomi atas dampak pandemi COVID-19. (Baca juga: Sektor Pertanian Masih Produktif di Era Pandemi COVID-19 )
Sebelumnya, pada Juni lalu Jatim melakukan percepatan masa tanam sebelum memasuki musim kemarau, guna mendukung stabilitas stok pangan nasional. "Percepatan masa tanam kedua padi tersebut untuk mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan pandemi COVID-19," kata Khofifah, Senin (19/10/2020). (Baca juga: Tinjau Jembatan Ponorogo-Pacitan, Khofifah: Utamakan Keselamatan )
Menurut Khofifah, produksi pangan dari Jatim, berperan besar dalam menjamin ketersediaan pangan secara nasional. Terlebih 16 provinsi di Indonesia bagian timur, sebagian besar suplai logistiknya dipasok dari Jatim. Lumbung pangan andalan di Jatim antara lain, Ngawi, Lamongan, Bojonegoro dan Ponorogo.
"Kabupaten lain yang berpotensi besar seperti Jember, Tuban, Tulungagung dan Nganjuk akan tetap menjadi andalan sebagai penyokong lumbung pangan nasional," kata dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pada Oktober 2020, Jatim menempati peringkat pertama sebagai produsen padi terbesar di Indonesia tahun 2020. Produksi padi Jatim meningkat 0,44 juta ton dari 9,58 juta ton pada tahun 2019 menjadi 10,02 juta ton di tahun 2020.
Tidak hanya itu, surplus produksi beras Jatim pun meningkat di tahun 2020 ini. Dari yang sebelumnya hanya sebesar 1,28 juta ton pada tahun 2019, menjadi 1,50 juta ton di tahun 2020.
Sektor pertanian diakui Khofifah menjadi sektor andalan yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, sekaligus sebagai instrumen untuk mendorong pemulihan ekonomi atas dampak pandemi COVID-19. (Baca juga: Sektor Pertanian Masih Produktif di Era Pandemi COVID-19 )
Sebelumnya, pada Juni lalu Jatim melakukan percepatan masa tanam sebelum memasuki musim kemarau, guna mendukung stabilitas stok pangan nasional. "Percepatan masa tanam kedua padi tersebut untuk mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan pandemi COVID-19," kata Khofifah, Senin (19/10/2020). (Baca juga: Tinjau Jembatan Ponorogo-Pacitan, Khofifah: Utamakan Keselamatan )
Menurut Khofifah, produksi pangan dari Jatim, berperan besar dalam menjamin ketersediaan pangan secara nasional. Terlebih 16 provinsi di Indonesia bagian timur, sebagian besar suplai logistiknya dipasok dari Jatim. Lumbung pangan andalan di Jatim antara lain, Ngawi, Lamongan, Bojonegoro dan Ponorogo.
"Kabupaten lain yang berpotensi besar seperti Jember, Tuban, Tulungagung dan Nganjuk akan tetap menjadi andalan sebagai penyokong lumbung pangan nasional," kata dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pada Oktober 2020, Jatim menempati peringkat pertama sebagai produsen padi terbesar di Indonesia tahun 2020. Produksi padi Jatim meningkat 0,44 juta ton dari 9,58 juta ton pada tahun 2019 menjadi 10,02 juta ton di tahun 2020.
Tidak hanya itu, surplus produksi beras Jatim pun meningkat di tahun 2020 ini. Dari yang sebelumnya hanya sebesar 1,28 juta ton pada tahun 2019, menjadi 1,50 juta ton di tahun 2020.
Lihat Juga :