Mentan Ajak Peragi Wujudkan Pertanian Jadi Pilar Utama Kesejahteraan Indonesia

loading...
Mentan Ajak Peragi Wujudkan Pertanian Jadi Pilar Utama Kesejahteraan Indonesia
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat membuka seminar nasional Peragi secra virtual di UMY, Sabtu (17/10/2020). Foto/dok humas UMY
YOGYAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) mewujudkan pertanian sebagai pilar utama untuk menopang kesejahteraan kehidupan masyarakat.

Sektor pertanian selama ini dinilai memiliki kontribusi penting terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “PDB di bidang pertanian akan kenaikan 16,24 persen, dan kenaikan nilai ekspor mencapai 20,84 persen,” kata Syahrul Yasin Limpo saat membuka seminar nasional Peragi secara virtual dengan tema “Peran PERAGI dalam Memperkuat Inovasi dan Petani Milenial untuk Mewujudkan Pertanian Tangguh dan Berdaya Saing,” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (17/10/2020).

Yasin Limpo menjelaskan, di tengah kondisi pandemik ini pertanian mampu mencapai angka itu sungguh luar biasa.

Di saat sektor lain menurun, pertanian justru menjadi sandaran ketika pandemik, maka untuk bisa terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini.



“Peragi memiliki peran penting di sektor pertanian. Oleh karena itu berharap bisa berjalan bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melihat permaslahan yang ada. Sehingga ke depan terus tumbuh bersama dengan baik, menjadi maju dan lebih modern,” paparnya

Ketua panitia seminar Gatot Supangkat mengatakan, seminar ini merupakan medium untuk penggalian dan diseminasi inovasi teknologi pertanian rekayasa sosial budaya dan ekonomi.

Selain itu, untuk menghimpun informasi teknologi sosial budaya dan ekonomi yang nantinya akan disebarluaskan dan bisa mewujudkan pertanian tangguh yang berdaya saing. “Seminar melalui kanal Youtube dan Zoom ini dihadiri oleh 331 peserta,” jelasnya.



Ketua Umum Peragi Prof. Andi Muhammad Syakir menambahkan, selain meningkatkan inovasi di bidang agronoi hal penting lainnya, yakni meningkatkan nilai ekspor dan kesejahteraan rakyat. (Baca juga: Penularan COVID-19 di Pondok Pesantren Terjadi Lagi)

“Kemiskinan itu banyak sekali yang hadir dari para petani padahal lahan pangan yang bisa digarap sangat banyak, alasannya ya itu tadi, harus ada pembaruan supaya bisa bersaing dan mengangkat ekonominya,” tambah Andi.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto mengatakan hasil dari seminar ini diharapkan bisa menghasilkan generasi pertanian yang tangguh dan berdaya saing tinggi. (Baca juga: Update Corona DIY, Positif 3258 Kasus, Sembuh 2551 Kasus)

“Ketika pangan kita tangguh maka generasi yang tercipta juga generasi tangguh, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak ketergantungan terhadap SDA tapi SDM juga harus berdaya saing tinggi,” jelasnya.
(boy)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top