Sakit Hati, Pedagang Soto Nekat Habisi Nyawa Sekuriti
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga, pelaku kesal dan langsung memukul korban dengan tangan kosong hingga terjatuh. Korban yang sudah terjatuh sempat memberikan perlawanan dengan menendang pelaku yang menghampirinya. Kemudian, pelaku yang emosi langsung mengambil tongkat security milik korban.
Dan langsung memukul korban menggunakan tongkat sebanyak enam kali. Akibat pukulan tersebut korban terbaring lemah dan hampir pingsan. Lalu pelaku mengambil pisau dan menusuk korban sebanyak dua kali di bagian dada. Melihat korban terkapar, pelaku langsung mengambil kunci motor maupun kontrakan.
Bahkan, termasuk handpone milik korban. Lalu pergi dengan menggunakan sepeda motor milik korban yang digadai ke pelaku. Namun sebelum pergi, pelaku mengunci kontrakan dari luar. "Pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah," tegasnya. (Baca juga: Keluarga Ngamuk, Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Pontianak Ricuh )
Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Sunardi menambahkan, kasus ini terungkap berawal dari warga di lokasi kejadian digegerkan dengan ditemukan jasad korban yang membusuk pada Kamis 15 Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 WIB. "Warga curiga mencium aroma tidak sedap dalam kontrakan itu," katanya.
Sampai akhirnya, warga bersama pemilik kontrakan dan pihak desa, memaksa masuk ke dalam kontrakan melalui jendela. Sebab, kondisi kontrakan terkunci dari luar. Setelah berhasil masuk ke dalam, mereka melihat jenazah korban sudah membusuk. "Korban ditemukan sudah empat hari tewas," ungkapnya.
Dan langsung memukul korban menggunakan tongkat sebanyak enam kali. Akibat pukulan tersebut korban terbaring lemah dan hampir pingsan. Lalu pelaku mengambil pisau dan menusuk korban sebanyak dua kali di bagian dada. Melihat korban terkapar, pelaku langsung mengambil kunci motor maupun kontrakan.
Bahkan, termasuk handpone milik korban. Lalu pergi dengan menggunakan sepeda motor milik korban yang digadai ke pelaku. Namun sebelum pergi, pelaku mengunci kontrakan dari luar. "Pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah," tegasnya. (Baca juga: Keluarga Ngamuk, Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Pontianak Ricuh )
Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Sunardi menambahkan, kasus ini terungkap berawal dari warga di lokasi kejadian digegerkan dengan ditemukan jasad korban yang membusuk pada Kamis 15 Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 WIB. "Warga curiga mencium aroma tidak sedap dalam kontrakan itu," katanya.
Sampai akhirnya, warga bersama pemilik kontrakan dan pihak desa, memaksa masuk ke dalam kontrakan melalui jendela. Sebab, kondisi kontrakan terkunci dari luar. Setelah berhasil masuk ke dalam, mereka melihat jenazah korban sudah membusuk. "Korban ditemukan sudah empat hari tewas," ungkapnya.
Lihat Juga :