Kegembiraan Mbah Wagino dan Sukinem Setelah Bisa Makan Daging
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Saat ditanya apakah mereka tidak makan kambing yang sedang diternak, Mbah Sukinem menjawab bahwa mereka hanya mengandalkan keuangan dari penjualan kambing-kambingnya. Sehingga terasa terlalu mahal jika dikonsumsi sendiri.
(Baca juga: DPRD Surabaya Minta Komite ASN Selidiki OPD Pemkot Tidak Netral )
Setelah kaleng rendang dibuka, Mbah Wagino segera melahapnya dengan sepiring nasi. “Eco (enak), nggih (ya),” gumamnya sambil tersenyum dan melanjutkan makanan siangnya. Mengolah daging kurban menjadi rendang dan kornet diharapkan dapat membantu upaya kecukupan protein masyarakat dhuafa di berbagai daerah, termasuk tinggal di pelosok desa.
Laznas LMI sendiri melakukan pengadaan dan distribusi Qurban Kornet sejumlah 20.030 Kaleng. 6.080 kaleng Rendang dan 13.950 kaleng Kornet. Semuanya disalurkan dalam rangka membantu Dhuafa untuk ketahanan pangan.
(Baca juga: DPRD Surabaya Minta Komite ASN Selidiki OPD Pemkot Tidak Netral )
Setelah kaleng rendang dibuka, Mbah Wagino segera melahapnya dengan sepiring nasi. “Eco (enak), nggih (ya),” gumamnya sambil tersenyum dan melanjutkan makanan siangnya. Mengolah daging kurban menjadi rendang dan kornet diharapkan dapat membantu upaya kecukupan protein masyarakat dhuafa di berbagai daerah, termasuk tinggal di pelosok desa.
Laznas LMI sendiri melakukan pengadaan dan distribusi Qurban Kornet sejumlah 20.030 Kaleng. 6.080 kaleng Rendang dan 13.950 kaleng Kornet. Semuanya disalurkan dalam rangka membantu Dhuafa untuk ketahanan pangan.
(msd)
Lihat Juga :