Plt Bupati Raja Ampat Kecewa Sikap Sekda Umumkan Hasil CPNS tanpa Koordinasi
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Manuel mengatakan, dirinya sudah meminta klarifikasi Sekda Yusuf Salim atas pengumuman tes CPNS formasi 2018 tanpa sepengetahuan dirinya. Namun jawaban sekda, karena hal ini menyangkut proses pemberkasan NIP CPNS yang sudah harus segera di proses oleh BKN.
"Sesuai dengan apa yang kawan-kawan wartawan dengar, seperti itu memang tadi pagi ada pengumuman dari Sekda Kabupaten Raja Ampat tentang hasil pengumuman tes CPNS formasi 2018. Tadi saya sudah minta klarifikasi dari Sekda kenapa diumumkan seperti itu, tanpa sepengetahuan saya. Dari laporan sekda bahwa memang diminta untuk hasil tes diumumkan secepatnya, karena berhubungan dengan NIP yang akan dikeluarkan," ungkap Manuel Piter Urbinas kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (16/10/2020).
Padahal menurut Manuel, sebelumnya dirinya telah memerintahkan sekda agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan dirinya untuk mengetahui hasil pengumuman itu. Ditunda dulu pengumuman tersebut beberapa saat, setelah dirinya melihat hasil tersebut. Agar nantinya dia selaku pelaksana tugas bupati mempunyai jawaban yang sama dengan panitia seleksi. Namun kenyataannya, hasil seleksi telah diumumkan tanpa sepengetahuan dirinya, dan tentu hal itu menurut Manuel, membuat dirinya kecewa.
"Hasil itu sendiri, kemarin sudah saya koordinasi, panggil sekda menghadap, minta untuk pagi ini jangan diumumkan dulu. Laporkan hasilnya secara tertulis kepada saya selaku Plt Bupati Raja Ampat, saya pelajari dulu barang dua jam, baru link dibuka untuk diumumkan. Supaya saya punya jawaban yang sama dengan mereka, tapi kenyataannya pagi ini berbeda. Tiba-tiba pagi tadi sudah diumumkan. Saya sendiri, jangankan nama yang lulus, titik pun saya tidak mengetahuinya. Sebagai Plt saya kecewa, saya tidak dihargai seperti itu," ungkap Manuel dengan nada kecewa.
"Harus paling tidak dikasih tau, bahwa ooo ini kita mau umumkan hasil seleksi, kan begitu. Kalau sistem yang dibuat oleh komputer itu kan bisa dibuka yah, di print dulu, yang lulus, lalu ditutup lagi. Hal ini kan ada 320 nama yang lulus, saya juga harus punya data dan jawaban saat ditanyakan ini 320 orang ini kenapa lulus, kan ada datanya, hal ini kan untuk menghindari adanya konflik kan begitu. Tapi ini tanpa saya ketahui hasilnya, langsung sudah diumumkan," tukasnya.
"Sesuai dengan apa yang kawan-kawan wartawan dengar, seperti itu memang tadi pagi ada pengumuman dari Sekda Kabupaten Raja Ampat tentang hasil pengumuman tes CPNS formasi 2018. Tadi saya sudah minta klarifikasi dari Sekda kenapa diumumkan seperti itu, tanpa sepengetahuan saya. Dari laporan sekda bahwa memang diminta untuk hasil tes diumumkan secepatnya, karena berhubungan dengan NIP yang akan dikeluarkan," ungkap Manuel Piter Urbinas kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (16/10/2020).
Padahal menurut Manuel, sebelumnya dirinya telah memerintahkan sekda agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan dirinya untuk mengetahui hasil pengumuman itu. Ditunda dulu pengumuman tersebut beberapa saat, setelah dirinya melihat hasil tersebut. Agar nantinya dia selaku pelaksana tugas bupati mempunyai jawaban yang sama dengan panitia seleksi. Namun kenyataannya, hasil seleksi telah diumumkan tanpa sepengetahuan dirinya, dan tentu hal itu menurut Manuel, membuat dirinya kecewa.
"Hasil itu sendiri, kemarin sudah saya koordinasi, panggil sekda menghadap, minta untuk pagi ini jangan diumumkan dulu. Laporkan hasilnya secara tertulis kepada saya selaku Plt Bupati Raja Ampat, saya pelajari dulu barang dua jam, baru link dibuka untuk diumumkan. Supaya saya punya jawaban yang sama dengan mereka, tapi kenyataannya pagi ini berbeda. Tiba-tiba pagi tadi sudah diumumkan. Saya sendiri, jangankan nama yang lulus, titik pun saya tidak mengetahuinya. Sebagai Plt saya kecewa, saya tidak dihargai seperti itu," ungkap Manuel dengan nada kecewa.
"Harus paling tidak dikasih tau, bahwa ooo ini kita mau umumkan hasil seleksi, kan begitu. Kalau sistem yang dibuat oleh komputer itu kan bisa dibuka yah, di print dulu, yang lulus, lalu ditutup lagi. Hal ini kan ada 320 nama yang lulus, saya juga harus punya data dan jawaban saat ditanyakan ini 320 orang ini kenapa lulus, kan ada datanya, hal ini kan untuk menghindari adanya konflik kan begitu. Tapi ini tanpa saya ketahui hasilnya, langsung sudah diumumkan," tukasnya.
Lihat Juga :