Ridwan Kamil: Penduduk Hampir 50 Juta Jiwa Idealnya Jabar Punya 40 Kabupaten/Kota
Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jabar memiliki jumlah penduduk yang hampir sama dengan negara Korea Selatan dan dua kali lipat penduduk Australia.
"Jadi dari ukuran jumlah penduduk, saya (sebagai gubernur) seperti mengurus dinamika sekelas negara," imbuhnya. (BACA JUGA: Pengamanan Pusat Perbelanjaan di Jakarta)
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar per 2019, lanjut Kang Emil, Jabar memiliki luas wilayah lebih dari 35.000 kilometer persegi dengan 27 kabupaten/kota yang terdiri dari 18 kabupaten, 9 kota, 627 kecamatan, 645 kelurahan, dan 5.312 desa.
Selain populasi yang menjadi sumber dinamika pembangunan, Kang Emil juga mengatakan bahwa secara ekonomi, terdapat ketidakadilan fiskal terhadap Jabar dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut menurutnya berpengaruh terhadap pelayanan publik dan penggerakan ekonomi.
"Penduduk kami banyak (hampir 50 juta jiwa), tapi daerah yang mengelolanya sedikit, hanya 27 daerah. Berbeda dengan Jawa Timur dengan jumlah penduduk 40 juta jiwa dikelola oleh 38 daerah. Sementara anggaran selama ini berbanding lurus dengan jumlah daerah, bukan jumlah penduduk," bebernya.
Oleh karenanya, Kang Emil kembali menegaskan bahwa pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan pembangunan daerah di Jabar. (BACA JUGA: Vaksin COVID-19 Segera Hadir, Ridwan Kamil: Semoga Jadi Akhir Cerita Pandemi)
"Jadi dari ukuran jumlah penduduk, saya (sebagai gubernur) seperti mengurus dinamika sekelas negara," imbuhnya. (BACA JUGA: Pengamanan Pusat Perbelanjaan di Jakarta)
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar per 2019, lanjut Kang Emil, Jabar memiliki luas wilayah lebih dari 35.000 kilometer persegi dengan 27 kabupaten/kota yang terdiri dari 18 kabupaten, 9 kota, 627 kecamatan, 645 kelurahan, dan 5.312 desa.
Selain populasi yang menjadi sumber dinamika pembangunan, Kang Emil juga mengatakan bahwa secara ekonomi, terdapat ketidakadilan fiskal terhadap Jabar dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut menurutnya berpengaruh terhadap pelayanan publik dan penggerakan ekonomi.
"Penduduk kami banyak (hampir 50 juta jiwa), tapi daerah yang mengelolanya sedikit, hanya 27 daerah. Berbeda dengan Jawa Timur dengan jumlah penduduk 40 juta jiwa dikelola oleh 38 daerah. Sementara anggaran selama ini berbanding lurus dengan jumlah daerah, bukan jumlah penduduk," bebernya.
Oleh karenanya, Kang Emil kembali menegaskan bahwa pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan pembangunan daerah di Jabar. (BACA JUGA: Vaksin COVID-19 Segera Hadir, Ridwan Kamil: Semoga Jadi Akhir Cerita Pandemi)
Lihat Juga :