Kisah Perantau Teluk Bintuni, dari Pengangguran hingga Kerja di Jakarta
Senin, 12 Oktober 2020 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Di sana, dia bertemu dengan rekan sejawatnya, Auqila Gerson Idoorway, seorang pemuda dengan semangat juang yang tinggi. Selama 3 bulan setengah menimba ilmu, mereka lulus dengan mengantongi sertifikat bertaraf internasional.
Beberapa sertifikasi yang mereka kantongi antara lain The Engineering Construction Industry Training Board (ECITB), dan Offshore Petroleum Industry Training Organization (OPITO), yang seluruhnya keluar dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Tak hanya sertifikasi, Petrotekno selaku operator P2TIM membekali mereka ilmu dasar matematika serta bahasa Inggris sebagai bekal mengarungi dunia industri. kedua pemuda asal Papua ini kini bekerja di Jakarta mengemban proyek-proyek pembangunan besar.
“Sekarang pekerjaan saya di Jakarta Selatan di Dukuh Atas. Di PT Superkrane, pembangunan jalan tol. Sudah 7 bulan,” ujar Yoris.
Sedangkan, bagi seorang anak Papua lainnya, Auqila, semangat bekerja adalah kunci berjuang di tanah perantauan. “Pekerjaan saya mengelas. Selama bekerja sebagai welder baik-baik saja. Pekerjaan itu saya meresapi. Karena sebagai seorang welder itu harus mempunyai niat dan semangat bekerja,” ujar Auqila, seorang anak Papua lulusan P2TIM yang kini bekerja di Jakarta.
Beberapa sertifikasi yang mereka kantongi antara lain The Engineering Construction Industry Training Board (ECITB), dan Offshore Petroleum Industry Training Organization (OPITO), yang seluruhnya keluar dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Tak hanya sertifikasi, Petrotekno selaku operator P2TIM membekali mereka ilmu dasar matematika serta bahasa Inggris sebagai bekal mengarungi dunia industri. kedua pemuda asal Papua ini kini bekerja di Jakarta mengemban proyek-proyek pembangunan besar.
“Sekarang pekerjaan saya di Jakarta Selatan di Dukuh Atas. Di PT Superkrane, pembangunan jalan tol. Sudah 7 bulan,” ujar Yoris.
Sedangkan, bagi seorang anak Papua lainnya, Auqila, semangat bekerja adalah kunci berjuang di tanah perantauan. “Pekerjaan saya mengelas. Selama bekerja sebagai welder baik-baik saja. Pekerjaan itu saya meresapi. Karena sebagai seorang welder itu harus mempunyai niat dan semangat bekerja,” ujar Auqila, seorang anak Papua lulusan P2TIM yang kini bekerja di Jakarta.
Lihat Juga :