Tuntut Pembebasan, Mahasiswa Semarang Gelar Aksi di Obyek Wisata

Minggu, 11 Oktober 2020 - 22:10 WIB
loading...
Tuntut Pembebasan, Mahasiswa...
Ratusan massa Geram menggelar demo menuntut dicabutnya UU Cipta Kerja dan mendesak ditangguhkannya penahanan empat mahasiswa, Minggu (11/10/2020). Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni
A A A
SEMARANG - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Semarang , yang tergabung dalam massa Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) kembali turun ke jalan. Kali ini kawasan obyek wisata Lawang Sewu menjadi sasaran aksi unjuk rasa massa Geram, Minggu petang (11/10/2020).

(Baca juga: Wanita Cantik Sembunyikan Sabu Dalam Bra Ditangkap di Hang Nadim )

Dalam aksinya di pinggir trotoar Jalan Pemuda samping Lawang Sewu, mereka tetap menyuarakan tuntutan dicabutnya UU Cipta Kerja dan mendesak polisi segera menangguhkan penahanan untuk empat rekannya yang sedang ditahan pasca demo di depan gedung DPRD Jateng, pada Rabu (7/10/2020).

Selain menggelar orasi, mereka juga menggelar teatrikal yang menggambarkan tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa pengunjuk rasa dalam menyatakan aspirasi dan pendapat. (Baca juga: Hadiri Pernikahan, Pria Ini Ditikam Teman Sekolah Hingga Tewas )

Tuntut Pembebasan, Mahasiswa Semarang Gelar Aksi di Obyek Wisata


Dalam orasinya, salah seorang orator Geram, Frans mengutuk atas tindakan represif aparat dalam menangani unjuk rasa yang berujung ricuh di depan gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan pada 7 Oktober 2020. "Dalam unjuk rasa kemarin (7/10/2020) menyebabkan empat rekan mahasiswa hingga saat ini masih ditahan dan belum dibebaskan," tandas Frans.

Sementara, di hadapan Kapolrestabes Semarang , Kombes Pol Auliansyah Lubis, dan Dandim 0733/BS Semarang, Kolonel Inf Yudi Diliyanto, Frans menyampaikan lima tuntutan Geram, yang pertama menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR RI.

(Baca juga: Jejak Bhatara Katong, Putra Brawijaya V Raja Terakhir Majapahit )

Kemudian menolak UU Cipta Kerja , minta diusut tuntas tindakan represif aparat terhadap massa Geram pada 7 Oktober 2020, dan meminta aparat tidak ada lagi bertindak represif kepada masyarakat dalam menyatakan aspirasi dan pendapat.

Tuntut Pembebasan, Mahasiswa Semarang Gelar Aksi di Obyek Wisata


"Kami minta dibebaskannya empat rekan kami yang masih ditahan di Mapolrestabes Semarang . Setidaknya penangguhan penahanan bisa dikabulkan. Karena mereka merupakan mahasiswa baru yang pada hari Senin (12/10/2020) besok menjalani Ujian Tengah Semester (UTS)," ungkapnya.

Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Auliansyah Lubis merespons tuntutan yang disuarakan massa Geram. Ia menegaskan pihaknya akan mengkaji penangguhan penahanan tersebut. (Baca juga: Janda Bolong Bisa Bantu Gerakkan Ekonomi Saat Pandemi COVID-19 )

"Adik-adik itu meminta supaya temannya yang kita proses hukum untuk segera dibebaskan. Ada proses dan prosedurnya, ya silahkan saja. Kita terbuka untuk diajukan penangguhan penahanan, nanti dikaji," tegas Auliansyah.

Bahkan Auliansyah memastikan dirinya memberikan jaminan terhadap keempat mahasiswa yang tengah ditahan. "Saya selaku Kapolrestabes Semarang menjamin mereka tidak ada apa-apa," tegasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Rekomendasi
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved