3 Santri Junior Dianiaya Santri Senior di Pamulang Tangsel
Minggu, 11 Oktober 2020 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan informasi dihimpun, kasus penganiayaan terhadap junior di pondok pesantren tersebut telah berlangsung lama. Penyebabnya diduga karena santri junior melanggar aturan yang telah disepakati bersama.
Aturan tersebut antara lain tidak boleh bermain HP di pondok, tidak boleh keluar pondok tanda izin, dan pacaran. (Baca juga: Korban Pidana Butuh Perlindungan, Biar Tak Jatuh Tertimpa Tangga Pula)
Salah seorang sumber SINDOnews mengatakan, rata-rata korban penganiayaan berusia di bawah umur. Mereka tidak berani mengadu lantaran takut berdampak panjang selama masih berada di pondok. "Ini kan hukuman di pesantren yang telah melampaui batas, diduga korban dihukum karena main HP lalu dianiaya oleh seniornya, tapi mungkin banyak juga seperti keluar tanpa izin, pacaran sama santri perempuan," ujarnya.
Kasus penganiayaan santri junior oleh seniornya ini terjadi minggu lalu. Diduga korban lebih dari tiga orang dan masih di bawah umur. Ada yang mengeluhkan kaki bengkak, punggung memar, bahkan ada juga mengatakan kepalanya bocor.
Aturan tersebut antara lain tidak boleh bermain HP di pondok, tidak boleh keluar pondok tanda izin, dan pacaran. (Baca juga: Korban Pidana Butuh Perlindungan, Biar Tak Jatuh Tertimpa Tangga Pula)
Salah seorang sumber SINDOnews mengatakan, rata-rata korban penganiayaan berusia di bawah umur. Mereka tidak berani mengadu lantaran takut berdampak panjang selama masih berada di pondok. "Ini kan hukuman di pesantren yang telah melampaui batas, diduga korban dihukum karena main HP lalu dianiaya oleh seniornya, tapi mungkin banyak juga seperti keluar tanpa izin, pacaran sama santri perempuan," ujarnya.
Kasus penganiayaan santri junior oleh seniornya ini terjadi minggu lalu. Diduga korban lebih dari tiga orang dan masih di bawah umur. Ada yang mengeluhkan kaki bengkak, punggung memar, bahkan ada juga mengatakan kepalanya bocor.
(jon)
Lihat Juga :