Jawab Kebutuhan Industri, Kemendikbud Gandeng KEK Singhasari

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 17:56 WIB
loading...
Jawab Kebutuhan Industri,...
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, menandatangai nota kesepahaman dengan Direktur Utama PT IGT, David Santoso, disaksikan Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
MALANG - Ekonomi digital Indonesia, memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi yang terbesar di dunia. Tentunya, dibutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk mengelola potensi besar itu.

(Baca juga: Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Gandeng GSM Kuatkan SDM SMK )

Upaya kerjasama untuk mewujudkan pengembangan ekonomi digital tersebut, salah satunya dibuktikan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi , Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Singhasari, dan sejumlah pemangku kepentingan.

Direktur PT Intelegensia Grahatama (IGT), David Santoso selaku pengelola KEK Singhasari, mengatakan, penandatangan kerjasama ini bukan sebatas seremonial saja, namun akan terus dikawal untuk menghubungkan dan menyambungkan dunia pendidikan dengan dunia industri.

"Di KEK Singhasari, fokus mengembangkan teknologi informasi yang mendukung kemajuan ekonomi digital. Sehingga, kerjasama ini nantinya juga akan fokus pada pengembangan teknologi informasi di dunia pendidikan vokasi yang bisa menjawab tantangan dunia industri," tegasnya.

Jawab Kebutuhan Industri, Kemendikbud Gandeng KEK Singhasari


Berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan adanya kesinambungan antara pendidikan vokasi dengan dunia industri digital, salah satunya melalui berbagai pelatihan untuk para guru sekolah menengah kejuruan (SMK).

(Baca juga: Kang Emil Berbagi Cerita Disuntik Calon Vaksin COVID-19 ke Dokter Cantik Reisa )

Sementara Pejabat sementara (Pjs) Bupati Malang, Sjaichul Ghulam menegaskan, pemkab malang, terus memberikan dukungan penuh terhadap KEK Singhasari. "Kami serius memberikan dukungan terhadap KEK Singhasari, karena ini penting untuk terus membangun ekonomi nasional," tegasnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi , Kemendikbud, Wikan Sakarinto menegaskan, kerjasama dengan KEK Singhasari ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Ditjen Kemendikbud, agar dunia pendidikan tidak tertinggal jauh dengan perkembangan kemajuan industri.

Berbagai paket kegiatan telah dibuat dalam program kerjasama tersebut. Hal ini sebagai upaya untuk membangun jaringan dan kesepahaman antara dunia industri dengan pendidikan vokasi, serta bisa terus menjaga berkesinambungannya.

"Dalam pelaksanaan paket 'link and match', industri terlibat penuh dalam perencanaan pembelajaran, proses belajar, dan evaluasi. Ini merupakan mekanisme kerja sama saling menguntungkan antara sekolah dengan industri," terang Wikan Sakarinto, saat penandatanganan nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari.

(Baca juga: Pengelola Wisata Putar Otak agar Bertahan Disaat Paceklik Pengunjung )

Nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari yang ditandatangani memuat tentang "Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi", dan perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi ".

Dalam acara tersebut, turut dihadiri juga Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Ketua Yayasan Pendidikan Telkom.

Jawab Kebutuhan Industri, Kemendikbud Gandeng KEK Singhasari


Pada kesempatan tersebut Wikan menjelaskan, salah satu tujuan utama program paket "link and match" adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi agar relevan dengan kebutuhan industri. Sehingga, akan berdampak kepada peningkatan dan penguatan kualitas peserta didik pendidikan vokasi.

"Saya mengapresiasi KEK Singhasari yang telah mengimplementasikan 'link and match'. Semoga kerja sama ini dapat ditiru dan diimpementasikan di daerah kawasan industri lainnya, serta di daerah yang bukan kawasan industri pula," jelasnya.

Wikan pun berharap, kemitraan strategis (strategic partnership) atau "link and match" antara pendidikan vokasi dengan DUDI, sedikitnya harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, permanen dan berkesinambungan, serta efektif dan efisien.

"Adapun pelaksanaannya menuntut keterlibatan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, industri, dan pengelola lembaga pendidikan dalam perencanaan maupun implementasinya," terangnya.

Jawab Kebutuhan Industri, Kemendikbud Gandeng KEK Singhasari


KEK Pertama Bidang Pengembangan Teknologi

KEK Singhasari sendiri tercatat sebagai KEK pertama di bidang pengembangan teknologi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 68/2019. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk pembangunan Indonesia lima tahun ke depan, di antaranya prioritas pada pembangunan SDM.

Oleh sebab itu, KEK Singhasari pun telah siap untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan SDM, menjadi bagian dalam transformasi ekonomi, berperan aktif dalam memfasilitasi pendidikan vokasi yang berdampingan dan berorientasi pada DUDI, serta melengkapi generasi milenial Indonesia dengan emerging skills.

(Baca juga: Yuk, Cegah Stroke dengan Cara Menari )

Dengan aktivitas ekosistem digital yang terintegrasi di KEK Singhasari, maka diharapkan menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia menyongsong "Indonesia Emas 2045" melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi). Pengembangan ekonomi digital di KEK Singhasari sendiri merujuk pada empat pilar utama yang dikenalkan World Bank, yaitu regulasi, infrastruktur, edukasi, dan inovasi.

Jawab Kebutuhan Industri, Kemendikbud Gandeng KEK Singhasari


Karenanya, kerja sama antara Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari dipandang sebagai langkah awal dalam dukungan KEK Singhasari untuk turut mengawal dan berkontribusi aktif dalam program "link and match". Sehingga, selanjutnya dapat terjalin mitra-mitra industri yang lebih banyak lagi di bawah naungan KEK Singhasari bagi SMK dan satuan pendidikan vokasi yang ada di sekitarnya dalam mewujudkan program sembilan paket "link and match".

Dengan menjalin kesepahaman dan kerja sama dengan Kemendikbud, KEK Singhasari diharapkan menjadi mitra industri bagi satuan pendidikan vokasi yang berperan aktif dalam, penyelarasan kurikulum; peningkatan kompetensi sumber daya manusia; pengembangan materi pelatihan; fasilitasi pendidik dari DU/DI; pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana; fasilitasi sertifikasi kompetensi; fasilitasi riset terapan; fasilitasi rekrutmen lulusan; fasilitasi pemberian beasiswa.

Dengan ruang lingkup kesepahaman dan kerja sama di atas, KEK Singhasari diharapkan menjadi tempat "link and match secara massal" antara dunia pendidikan dan DUDI pertama di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Sebelumnya, KEK Singhasari juga telah menandatangani nota kesepahaman dan rencana kerja sama dengan Politeknik Negeri Malang, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Yayasan Pendidikan Telkom.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Bea Cukai Gagalkan 7...
Bea Cukai Gagalkan 7 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Jawa Timur Senilai Rp10,39 Miliar
Pimpin Misi Dagang Perdana,...
Pimpin Misi Dagang Perdana, Khofifah Sukses Integrasikan Pasar Jatim-Jateng Lebih dari Rp3,152 Triliun
Surat Edaran Sound Horeg...
Surat Edaran Sound Horeg di Jatim Terbit, Atur Tingkat Kebisingan
43 Pulau Masih Bersengketa,...
43 Pulau Masih Bersengketa, Terbanyak di Jatim dan Kepulauan Riau
Daftar Lengkap 29 Kabupaten...
Daftar Lengkap 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jatim, dari Luas Wilayah hingga Jumlah Penduduk
SPMB Jatim 2026 Dibuka,...
SPMB Jatim 2026 Dibuka, Simak Jalur, Kuota, dan Jadwal Lengkap SMA-SMK Negeri
Dirjen di Kemendikbudristek...
Dirjen di Kemendikbudristek Ungkap Alasan Pengadaan Chromebook Distop di 2019: Tak Bisa Dipakai di Daerah 3T
Cuaca Ekstrem dan Angin...
Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Terjang Jabar-Jatim, Puluhan Rumah Warga Rusak
Rekomendasi
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Industri Militer Rusia...
Industri Militer Rusia Kian Moncer, Setahun Produksi 1.500 Tank
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved