Startup Company Logol, Bantu Pelaku UMKM hingga Pengusaha Besar Urus Layanan Logistik Digital
Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi pelaku bisnis ini termasuk juga di dalamnya termasuk pelaku UMKM. Kami akan memberikan solusi urusan logistik untuk pelaku UMKM serta pengusaha menengah dan atas,”sebutnya.
Michael Kartono melanjutkan, seiring dengan berkembang permintaan, Logol meluncurkan fitur pertamanya berupa layanan pengiriman barang ekspor dan impor yang terintegrasi dengan salah satu terminal di Tanjung Priok pada April 2019.
Dengan mitra logistik yang terpercaya, Logol merupakan marketplace yang memungkinkan manufaktur, distributor, UMKM, dan pelaku usaha lainnya memesan layanan pengiriman barang secara online melalui jalur darat dan laut serta dengan kemudahan pengurusan dokumen ekspo-impor secara elektronik.(BACA JUGA: Tambahan Anggaran PEN Buat UMKM dan Perlindungan Sosial Dinilai Belum Cukup)
Logol berhasil menghubungkan para pelaku di industri logistik, mulai dari pemilik truk, transporter, forwarder, lembaga pemerintahan, hingga pelaku usaha, untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien, terjangkau, dan transparan.
“Layanan Logol saat ini dapat dinikmati oleh pebisnis di seluruh Indonesia dengan dua fitur utama, yaitu pemesanan truk serta layanan kargo kapal untuk kebutuhan ekspor dan impor. Dengan kemudahan pemesanan logistik secara online, Logol diharapkan dapat mempermudah para pelaku usaha untuk melakukan seluruh proses ekspor-impor, mulai dari freight booking, truck booking, port handling hingga pengurusan bea cukai secara online. Salah satu keunggulan dari marketplace kami adalah kemudahan pengurusan dokumen secara digital yang terkait dengan pengiriman barang, termasuk ekspor dan impor, sehingga Anda tidak perlu repot lagi,” lanjut Michael.
Prestasi Logol inilah, ketika pemerintah meluncurkan Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistics Ecosystem (NLE) belum lama ini, secara resmi menunjuk Logol menjadi platform digital untuk pencarian truk dan penerbitan eSP2.
Michael Kartono melanjutkan, seiring dengan berkembang permintaan, Logol meluncurkan fitur pertamanya berupa layanan pengiriman barang ekspor dan impor yang terintegrasi dengan salah satu terminal di Tanjung Priok pada April 2019.
Dengan mitra logistik yang terpercaya, Logol merupakan marketplace yang memungkinkan manufaktur, distributor, UMKM, dan pelaku usaha lainnya memesan layanan pengiriman barang secara online melalui jalur darat dan laut serta dengan kemudahan pengurusan dokumen ekspo-impor secara elektronik.(BACA JUGA: Tambahan Anggaran PEN Buat UMKM dan Perlindungan Sosial Dinilai Belum Cukup)
Logol berhasil menghubungkan para pelaku di industri logistik, mulai dari pemilik truk, transporter, forwarder, lembaga pemerintahan, hingga pelaku usaha, untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien, terjangkau, dan transparan.
“Layanan Logol saat ini dapat dinikmati oleh pebisnis di seluruh Indonesia dengan dua fitur utama, yaitu pemesanan truk serta layanan kargo kapal untuk kebutuhan ekspor dan impor. Dengan kemudahan pemesanan logistik secara online, Logol diharapkan dapat mempermudah para pelaku usaha untuk melakukan seluruh proses ekspor-impor, mulai dari freight booking, truck booking, port handling hingga pengurusan bea cukai secara online. Salah satu keunggulan dari marketplace kami adalah kemudahan pengurusan dokumen secara digital yang terkait dengan pengiriman barang, termasuk ekspor dan impor, sehingga Anda tidak perlu repot lagi,” lanjut Michael.
Prestasi Logol inilah, ketika pemerintah meluncurkan Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistics Ecosystem (NLE) belum lama ini, secara resmi menunjuk Logol menjadi platform digital untuk pencarian truk dan penerbitan eSP2.
Lihat Juga :