Gelombang Unjuk Rasa, Kapolda Jabar: Tolong Damai, Jangan Anarkistis
Kamis, 08 Oktober 2020 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
"Ingat jaga protokol kesehatan. Jangan sampai ada klaster baru gara-gara tidak jaga protokol kesehatan. Kami siap melayani masyarakat yang akan melaksanakan demo," kata Kapolda di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (7/10/2020).
"Tolong berdamai lah. Sampaikan aspirasi dengan cara baik agar didengar oleh semuanya. Kita jaga Bandung supaya tetap kondusif. Itu saja," tandas Irjen Pol Rudy.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, polisi telah menyiapkan pengamanan demo hari ini sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Kami mengimbau demo tertib untuk menjaga keamanan Kota Bandung. Ini (Kota Bandung) kan milik mereka juga," tutur Kabid Humas.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa mahasiswa yang diduga disusupi kelompok pemuda berpakaian hitam-hitam berujung ricuh. Kericuhan berawal saat massa melempar benda-benda keras ke arah Gedung DPRD Jabar dan petugas TNI-Polri yang berjaga.
Massa yang hendak masuk ke dalam gedung juga merangsek dan terlibat aksi dorong dengan aparat. Setelah azan Magrib usai, sesuai aturan aksi unjuk rasa hanya diizinkan sampai pukul 18.00 WIB, polisi pengendalian massa dari Sat Sabhara Polrestabes Bandung memukul mundur massa dengan menembakkan gas air mata.
"Tolong berdamai lah. Sampaikan aspirasi dengan cara baik agar didengar oleh semuanya. Kita jaga Bandung supaya tetap kondusif. Itu saja," tandas Irjen Pol Rudy.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, polisi telah menyiapkan pengamanan demo hari ini sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Kami mengimbau demo tertib untuk menjaga keamanan Kota Bandung. Ini (Kota Bandung) kan milik mereka juga," tutur Kabid Humas.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa mahasiswa yang diduga disusupi kelompok pemuda berpakaian hitam-hitam berujung ricuh. Kericuhan berawal saat massa melempar benda-benda keras ke arah Gedung DPRD Jabar dan petugas TNI-Polri yang berjaga.
Massa yang hendak masuk ke dalam gedung juga merangsek dan terlibat aksi dorong dengan aparat. Setelah azan Magrib usai, sesuai aturan aksi unjuk rasa hanya diizinkan sampai pukul 18.00 WIB, polisi pengendalian massa dari Sat Sabhara Polrestabes Bandung memukul mundur massa dengan menembakkan gas air mata.
(awd)
Lihat Juga :