Gerakan Moderasi Pendidikan Dapat Cegah Radikalisme dan Terorisme
Rabu, 07 Oktober 2020 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
“Strategi internalisasi nilai-nilai agama sering dilakukan dengan pendekatan budaya, hal ini sebaiknya dilakukan saat masih anak-anak. Dulu proses pengenalan syariat agama baik islam, kristen, hindu selalu dilakukan dengan penuh suka cita kepada anak-anak sehingga anak sejak dini mengenal nilai-nilai spiritualitas dengan baik tanpa ada paksaan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT, R. Ahmad Nurwakhid menyebutkan selain melakukan penanggulangan terorisme dengan aspek penegakan hukum tegas, BNPT juga melakukan pendekatan secara lunak dengan program-program soft approach.
(Baca juga: Muncul Klaster Jagong Bayi di Ponorogo, 48 Warga Diswab )
“Moderasi dari sekolah termasuk di dalamnya upaya internalisasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menghadapi terorisme merupakan bentuk penanganan radikalisme secara soft approach [pendekatan lunak],” kata Ahmad dalam smabutannya yang dibacakan Kasubdit Pengawasan BNPT Chairil Anwar
BNPT mendorong para guru dan pelaku sektor pendidikan untuk mengembangkan dan meningkatkan metodepengajaran pada materi pendidikan agama agar siswa didik bisa sejak dini memahami proses moderasi atau menerima perbedaan sehingga dapat hidup harmoni dalam perbedaan yang ada.
“Penguatan kapasitas para pengajar, guru agama untuk menyamakan persepsi tentang radikalisme dan terorisme, peta kerawanan serta cara menghadapinya secara benar. Kontek ini BNPT juga bekerja sama lintas sektor baik dengan Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan Nasional termasuk asosiasi guru,” ungkap Chairil.
Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT, R. Ahmad Nurwakhid menyebutkan selain melakukan penanggulangan terorisme dengan aspek penegakan hukum tegas, BNPT juga melakukan pendekatan secara lunak dengan program-program soft approach.
(Baca juga: Muncul Klaster Jagong Bayi di Ponorogo, 48 Warga Diswab )
“Moderasi dari sekolah termasuk di dalamnya upaya internalisasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menghadapi terorisme merupakan bentuk penanganan radikalisme secara soft approach [pendekatan lunak],” kata Ahmad dalam smabutannya yang dibacakan Kasubdit Pengawasan BNPT Chairil Anwar
BNPT mendorong para guru dan pelaku sektor pendidikan untuk mengembangkan dan meningkatkan metodepengajaran pada materi pendidikan agama agar siswa didik bisa sejak dini memahami proses moderasi atau menerima perbedaan sehingga dapat hidup harmoni dalam perbedaan yang ada.
“Penguatan kapasitas para pengajar, guru agama untuk menyamakan persepsi tentang radikalisme dan terorisme, peta kerawanan serta cara menghadapinya secara benar. Kontek ini BNPT juga bekerja sama lintas sektor baik dengan Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan Nasional termasuk asosiasi guru,” ungkap Chairil.
Lihat Juga :