Sekjen PBB: Tiap Hari 96.000 Unit Rumah Harus Selesai Dibangun
Selasa, 06 Oktober 2020 - 02:49 WIB
loading...
Pembukaan peringatan global Hari Habitat Dunia (World Habitat Day) 2020 digelar di Taman Surya Surabaya yang berlangsung secara hybrid. FOTO: SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Kebutuhan rumah di tengah pandemi COVID-19 semakin banyak. Terutama untuk keluarga berpenghasilan rendah yang membutuhkan tempat aman di tengah bencana wabah.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) , Antonio Guterres menuturkan, harus ada tindakan segera untuk menyediakan perumahan yang terjangkau dengan jaminan kepemilikan dan akses air, sanitasi, transportasi dan layanan dasar lainnya yang mudah bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin mendesak mengingat pandemi COVID-19 dan dampaknya yang semakin luas. Pandemi ini pun hampir terjadi di semua negara yang memiliki banyak dampak ke berbagai sektor.(Baca juga : Peringati Hari Habitat Dunia, KemenPUPR Terus Tingkatkan Kualitas Permukiman )
"Akses ke air bersih dan sanitasi, bersama dengan jarak sosial, adalah respons utama terhadap pandemi. Namun di daerah kumuh terbukti sulit untuk menerapkan langkah-langkah ini,” kata Guterres ketika pembukaan peringatan global Hari Habitat Dunia (World Habitat Day) 2020 yang dipusatkan di Kota Surabaya yang berlangsung secara hybrid, Senin (5/10/2020) malam.
Ia melanjutkan, kondisi ini berarti ada peningkatan risiko infeksi terjadi tidak hanya di permukiman kumuh, tetapi juga di seluruh kota yang sebagian besar dilayani oleh pekerja sektor informal berpenghasilan rendah yang tinggal di permukiman informal.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) , Antonio Guterres menuturkan, harus ada tindakan segera untuk menyediakan perumahan yang terjangkau dengan jaminan kepemilikan dan akses air, sanitasi, transportasi dan layanan dasar lainnya yang mudah bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin mendesak mengingat pandemi COVID-19 dan dampaknya yang semakin luas. Pandemi ini pun hampir terjadi di semua negara yang memiliki banyak dampak ke berbagai sektor.(Baca juga : Peringati Hari Habitat Dunia, KemenPUPR Terus Tingkatkan Kualitas Permukiman )
"Akses ke air bersih dan sanitasi, bersama dengan jarak sosial, adalah respons utama terhadap pandemi. Namun di daerah kumuh terbukti sulit untuk menerapkan langkah-langkah ini,” kata Guterres ketika pembukaan peringatan global Hari Habitat Dunia (World Habitat Day) 2020 yang dipusatkan di Kota Surabaya yang berlangsung secara hybrid, Senin (5/10/2020) malam.
Ia melanjutkan, kondisi ini berarti ada peningkatan risiko infeksi terjadi tidak hanya di permukiman kumuh, tetapi juga di seluruh kota yang sebagian besar dilayani oleh pekerja sektor informal berpenghasilan rendah yang tinggal di permukiman informal.
Lihat Juga :