3.400 UMKM di Sulsel Jadi Korban Covid-19, Umumnya di Sektor Kuliner
Rabu, 06 Mei 2020 - 10:30 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 menggerus dunia usaha di Sulsel, sebanyak 3.400 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi korbannya. Foto : Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Pandemi Covid-19 menggerus dunia usaha di Sulsel, sebanyak 3.400 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi korbannya.
"Ada sekitar 3.400 yang terdampak. Kalau terdampak 80% rata-rata di daerah seperti Makassar, Gowa, Maros. Yang kira-kira sekitar Makassar. Terdampak maksudnya mulai ada yang tutup, omzetnya menurun karena penjualan kurang," ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sulsel, Abd Malik Faisal kepada SINDOnews.
Menurut Malik, dari pelaku usaha UMKM yang terdampak justru kebanyakan di sektor kuliner, adapula dari usaha konveksi. Sejumlah UMKM melaporkan terjadi penurunan penjualan, kesulitan permodalan, distribusi yang terhambat ataupun kesulitan bahan baku.
"Paling tinggi sebenarnya rumah makan (yang terdampak). Karena walaupun dia masih buka, tapi omzetnya turun drastis. Kemudian warung-warung banyak juga yang tutup, ada juga bengkel, bisnis fashion juga karena mall tutup," sambungnya.
Di tengah kondisi ini, pihaknya terus berupaya mengakomodasi beberapa pelaku usaha yang dinilai masih bisa berjalan. Misalnya UMKM di sektor kuliner. Dinas Koperasi dan UKM Sulsel membantu mempertemukan pelaku usaha dengan customer/konsumen lewat aplikasi whatsapp (WA).
"Alhamdulullah, kita membuat grup di sosial media, terutama WA. Itu mereka bisa mendapatkan pesanan melalui grup WA itu ratusan pesanan per hari dengan omzet antara Rp15-20 juta. Ini salah satu yang berjalan," tutur Malik.
"Ada sekitar 3.400 yang terdampak. Kalau terdampak 80% rata-rata di daerah seperti Makassar, Gowa, Maros. Yang kira-kira sekitar Makassar. Terdampak maksudnya mulai ada yang tutup, omzetnya menurun karena penjualan kurang," ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sulsel, Abd Malik Faisal kepada SINDOnews.
Menurut Malik, dari pelaku usaha UMKM yang terdampak justru kebanyakan di sektor kuliner, adapula dari usaha konveksi. Sejumlah UMKM melaporkan terjadi penurunan penjualan, kesulitan permodalan, distribusi yang terhambat ataupun kesulitan bahan baku.
"Paling tinggi sebenarnya rumah makan (yang terdampak). Karena walaupun dia masih buka, tapi omzetnya turun drastis. Kemudian warung-warung banyak juga yang tutup, ada juga bengkel, bisnis fashion juga karena mall tutup," sambungnya.
Di tengah kondisi ini, pihaknya terus berupaya mengakomodasi beberapa pelaku usaha yang dinilai masih bisa berjalan. Misalnya UMKM di sektor kuliner. Dinas Koperasi dan UKM Sulsel membantu mempertemukan pelaku usaha dengan customer/konsumen lewat aplikasi whatsapp (WA).
"Alhamdulullah, kita membuat grup di sosial media, terutama WA. Itu mereka bisa mendapatkan pesanan melalui grup WA itu ratusan pesanan per hari dengan omzet antara Rp15-20 juta. Ini salah satu yang berjalan," tutur Malik.
Lihat Juga :