Sepi Tangkapan, Nelayan Rembang Melaut ke Perairan Jepara
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
“Perjalanan ke sana butuh solar 40 an liter. Tiap perahu diisi 5 – 6 orang. Nggak semua tertarik ke Jepara, sebagian nelayan masih bertahan di sini, “ imbuhnya.
Menurutnya, nelayan tinggal di Jepara bervariasi, antara dua minggu atau bahkan sampai 20 hari. Tempat tinggal maupun konsumsi difasilitasi oleh bakul-bakul ikan. Di kala kangen kampung halaman, mereka pulang ke Tunggulsari, memanfaatkan sarana transportasi darat, sedangkan perahu untuk sementara ditinggal di Jepara. Selang beberapa hari, balik lagi ke Jepara.
“Nelayan taunya berdasarkan siklus. Kalau bulan September ke atas, biasanya di perairan Jepara banyak teri glagah, angin di sana agak teduh, “ kata Zaini.(Baca juga : Zona Hijau, Pariwisata Pulau Karimunjawa Siap Hadapi New Normal )
Saat menjelang musim angin baratan yang kerap terjadi cuaca buruk, biasanya perahu-perahu nelayan sudah dibawa pulang kembali menuju Desa Tunggulsari.
Menurutnya, nelayan tinggal di Jepara bervariasi, antara dua minggu atau bahkan sampai 20 hari. Tempat tinggal maupun konsumsi difasilitasi oleh bakul-bakul ikan. Di kala kangen kampung halaman, mereka pulang ke Tunggulsari, memanfaatkan sarana transportasi darat, sedangkan perahu untuk sementara ditinggal di Jepara. Selang beberapa hari, balik lagi ke Jepara.
“Nelayan taunya berdasarkan siklus. Kalau bulan September ke atas, biasanya di perairan Jepara banyak teri glagah, angin di sana agak teduh, “ kata Zaini.(Baca juga : Zona Hijau, Pariwisata Pulau Karimunjawa Siap Hadapi New Normal )
Saat menjelang musim angin baratan yang kerap terjadi cuaca buruk, biasanya perahu-perahu nelayan sudah dibawa pulang kembali menuju Desa Tunggulsari.
(nun)
Lihat Juga :