Anir-Lutfi Siap Asuransikan Hewan Ternak Masyarakat Pangkep
Kamis, 01 Oktober 2020 - 18:59 WIB
loading...
Calon bupati Kabupaten Pangkep nomor urut 4, Andi Nirawati bertemu masyarakat Kelurahan Attasalo, Kecamatan Marang, Pangkep. Foto: Istimewa
A
A
A
PANGKEP - Salah seorang warga Kelurahan Attasalo, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, Hanaya menyebut peternakan sapi di daerahnya belum maksimal. Hal ini disampaikan Hanaya, saat bersilaturahmi dengan calon bupati Kabupaten Pangkep nomor urut 4, Andi Nirawati, Kamis (1/10/2020).
"Peternakan sapi di sini belum optimal digerakkan. Dan butuh sentuhan lebih banyak dari pemerintah," kata Hanaya kepada Anir, sapaan akrab Andi Nirawati.
Baca juga: Warga Tamalalang Terpikat Bantuan Modal Usaha Rp10 Juta Anir-Lutfi
Anir menanggapi, peternakan di Pangkep memang harus dikelola lebih baik lagi. Data yang diperoleh Anir, ada banyak hewan ternak di Pangkep yang mati.
"Saya sudah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan salah satu dokter hewan . Kita akan mengasuransikan hewan ternak kita. Ketika mati akan diganti utuh satu ekor. Itu yang disubsidi pemerintah. Misalnya asuransinya Rp30 ribu, misalnya disubsidi pemerintah Rp20 ribu, kita tinggal tambah Rp10 ribu. Kalo mati sapi ta. Diganti utuh, harganya Rp 9 juta diganti Rp9 juta," ujar wanita kelahiran Labakkang, Pangkep ini.
Di sisi lain kata Anir, dibutuhkan pula perawatan untuk ternak-ternak sapi. Salah satunya penyuntikan vitamin.
"Nanti kita datangkan orangnya. Itu yang susah karena biasanya tidak digaji orang. Artinya untuk tenaga medis , manusia maupun untuk hewan, itu sudah saya bicarakan akan kita adakan, kita siapkan dan diberikan insentif," tambah alumni HMI Makassar ini.
"Peternakan sapi di sini belum optimal digerakkan. Dan butuh sentuhan lebih banyak dari pemerintah," kata Hanaya kepada Anir, sapaan akrab Andi Nirawati.
Baca juga: Warga Tamalalang Terpikat Bantuan Modal Usaha Rp10 Juta Anir-Lutfi
Anir menanggapi, peternakan di Pangkep memang harus dikelola lebih baik lagi. Data yang diperoleh Anir, ada banyak hewan ternak di Pangkep yang mati.
"Saya sudah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan salah satu dokter hewan . Kita akan mengasuransikan hewan ternak kita. Ketika mati akan diganti utuh satu ekor. Itu yang disubsidi pemerintah. Misalnya asuransinya Rp30 ribu, misalnya disubsidi pemerintah Rp20 ribu, kita tinggal tambah Rp10 ribu. Kalo mati sapi ta. Diganti utuh, harganya Rp 9 juta diganti Rp9 juta," ujar wanita kelahiran Labakkang, Pangkep ini.
Di sisi lain kata Anir, dibutuhkan pula perawatan untuk ternak-ternak sapi. Salah satunya penyuntikan vitamin.
"Nanti kita datangkan orangnya. Itu yang susah karena biasanya tidak digaji orang. Artinya untuk tenaga medis , manusia maupun untuk hewan, itu sudah saya bicarakan akan kita adakan, kita siapkan dan diberikan insentif," tambah alumni HMI Makassar ini.
Lihat Juga :