Aktivis Bumi Lestari Minta Tak Asal Tuding pada Proyek Tambang Pasir

Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:13 WIB
loading...
Aktivis Bumi Lestari...
Aktivis Bumi Lestari minta seluruh pihak tak asal tuding di proyek tambang pasir. Foto: istimewa
A A A
MAKASSAR - Aktivis Bumi Lestari, Omar meminta seluruh pihak tidak asal tuding terkait aktivitas penambangan pasir di laut, untuk percepatan pembangunan Makassar New Port (MNP) yang dianggap menimbulkan dampak negatif bagi laut dan warga.

Termasuk kata dia, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang melayangkan tudingan tanpa fakta ke Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah .

Baca Juga: Begini Ulasan Pakar Lingkungan Soal Tambang Pasir untuk MNP

Menurutnya, dugaan boleh dilakukan asalkan jangan mengarah pada tindakan menuduh.

Dia mengingatkan, jika sejumlah pernyataan yang dilayangkan itu sudah mengarah ke fitnah, maka bisa dipastikan itu melanggar aturan.

“Mengatakan orang lain bersalah tanpa adanya fakta yang mendukung akan mengarah kepada fitnah, Pasal 310 ayat (1) KUHP serta Pasal 312 dan 316 KUHP di mana orang yang dituduh tersebut sama sekali tidak melakukan kesalahan. Apalagi jika, sampai menuduh seorang Gubernur Susel secara tidak senonoh, dalam aktifitas tambang pasir laut di Takalar,”ujarnya.

‎Omar mengingatkan agar supaya memahami secara detail prosesnya, lalu merunutnya secara ilmiah dan akurat.

Termasuk menggunakan alat analisis yang bisa divalidasi dan dapat dipertanggung jawabkan, bila bersumber dari laboratorium maka laboratorium tersebut harus terakreditasi. Sehingga, masyarakat tidak disuguhi informasi prematur dan cenderung provokasi.

Baca Juga: Kadis PLH Tegaskan Amdal Tambang Pasir Laut Sudah Sesuai Aturan

“Jangan asal memperkirakan dan sembarang mengaitkan karena cara seperti itu anak SD pun bisa alias mengarang bebas. Di ranah publik, resikonya terlalu besar sebab bisa memicu konflik horisontal. Apalagi bila memang sengaja menjadikan rakyat kecil sebagai nilai jual, bahkan mungkin menjadi umpan dan untuk tameng hidup,” tegasnya.

Harusnya, jelas Omar, seluruh pihak memperhatikan komitmen Gubernur yang secara tegas telah mengaku jika pemerintah tidak akan pernah merugikan masyarakat.

“Silahkan saja bila ingin menjadi wadah penyuara atau penyeimbang, bagi komponen masyarakat untuk berbakti kepada negara dan bangsa. Namun tetap mengedepankan watak dan moral yang beradab dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Tolong diingat baik-baik. Jangan sekali-kali berlindung di balik kata ikhlas berjuang, padahal mengorbankan bahkan membuat rakyat pesisir sebagai tumbal demi kepentingan pribadi atau kelompok anda,” ungkapnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tertimbun Longsor, 2...
Tertimbun Longsor, 2 Pekerja Tambang di Padang Pariaman Tewas
Perusahaan Tambang Pasir...
Perusahaan Tambang Pasir Dinilai Cemari Sungai di Natuna
Pencarian 3 Penambang...
Pencarian 3 Penambang Pasir Tertimbun Longsor di Lereng Gunung Semeru Dilanjutkan Pagi Ini
Tebing Setinggi 100...
Tebing Setinggi 100 Meter Longsor, 4 Pekerja di Tambang Pasir Tertimbun
Hendak Menolong Teman,...
Hendak Menolong Teman, 2 Anggota Paskibraka SMKN 1 Rangkasbitung Tewas Tenggelam di Bekas Galian Pasir
4 Truk Tambang Pasir...
4 Truk Tambang Pasir Terbalik Diterjang Lahar Gunung Semeru
LBH Muhammadiyah Desak...
LBH Muhammadiyah Desak Pemerintah Cabut Seluruh Izin Tambang Laut
Tok! Kabulkan Uji Materi,...
Tok! Kabulkan Uji Materi, MA Larang Pemerintah Ekspor Pasir Laut
Heboh Pengerukan Pasir...
Heboh Pengerukan Pasir di Dekat Pulau Pari Kepulauan Seribu, Ternyata Tak Berizin
Rekomendasi
Saat Messi Bersinar,...
Saat Messi Bersinar, Ronaldo Justru Tenggelam
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved