Mengenang Tragedi Madiun 1948, Forkompimda Ajak Warga Taat Prokes
Kamis, 01 Oktober 2020 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
"Diseduaikan kondisi saat ini, perjuangan yang bisa dilakukan masyarakat dengan melawan COVID-19, karena saat ini negara dan bahkan dunia tengah dilanda virus mematikan," tegasnya. (Baca juga: Tengah Malam Jet-jet Tempur TNI AU Bombardir Lumajang )
Dalam tragedi kemanusian di Madiun , tahun 1948 tersebut, gerombolan PKI yang dipimpin Musso melakukan penculikan tokoh masyarakat, militer, dan tokoh agama. Mereka ditawan dan dibawa ke atas bukit di Desa Kresek, lalu dibunuh dan mayatnya ditumpuk dan dibuang di lubang.
(Baca juga: 4 Kali Gelar Operasi Yustisi, Jaring Ratusan Pelanggar )
Musso akhirnya ditembak mati di Ponorogo, dan pasukannya kocar-kacir setelah diserang oleh pasukan Divisi II dipimpin Kolonel Gatot Subroto, pasukan Divisi Siliwangi, pasukan Divisi I yang dipimpin Kolonel Sungkono, dan pasukan Mobile Brigade Jawa Timur, yang dipimpin M. Yasin.
Dalam tragedi kemanusian di Madiun , tahun 1948 tersebut, gerombolan PKI yang dipimpin Musso melakukan penculikan tokoh masyarakat, militer, dan tokoh agama. Mereka ditawan dan dibawa ke atas bukit di Desa Kresek, lalu dibunuh dan mayatnya ditumpuk dan dibuang di lubang.
(Baca juga: 4 Kali Gelar Operasi Yustisi, Jaring Ratusan Pelanggar )
Musso akhirnya ditembak mati di Ponorogo, dan pasukannya kocar-kacir setelah diserang oleh pasukan Divisi II dipimpin Kolonel Gatot Subroto, pasukan Divisi Siliwangi, pasukan Divisi I yang dipimpin Kolonel Sungkono, dan pasukan Mobile Brigade Jawa Timur, yang dipimpin M. Yasin.
(eyt)
Lihat Juga :