Diterjang Banjir, 2 Warga Jayapura Papua Tewas Tertimpa Rumah
Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:07 WIB
loading...
Hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana banjir di Kota Jayapura, Papua. Derasnya arus banjir menyebabkan 2 bangunan rumah roboh dan 2 warga tewas tertimpa rumah. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana banjir di Kota Jayapura , Papua. Derasnya arus banjir menyebabkan 2 bangunan rumah roboh dan 2 warga tewas karena tertimpa bangunan rumah mereka pada Rabu, 30 September 2020 malam, sekitar pukul 22.05 WITA.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura diketahui 2 korban yakni BA (5) dan AA (4) merupakan warga Desa Tanah Hitam, Distrik Abepura. (Baca juga: Cerita Menegangkan Kapten Sanjoto saat Memburu DN Aidit di Kota Semarang)
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Jayapura berhasil mengevakuasi kedua korban dan memberikan pertolongan. Namun nyawa kedua anak ini tidak dapat diselamatkan," ujar Raditya, Kamis (1/10/2020). Hingga kini BPBD setempat masih melakukan pendataan dan penanganan darurat bencana banjir lebih lanjut. (Baca juga: Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan, Gatot Datang ke Telukjambe)
Berdasarkan analisis InaRISK, Kota Jayapura memang memiliki potensi bahaya banjir dengan kelas bahaya sedang sampai tinggi, dengan luas bahaya 9.000 hektare. Sementara dilihat dari sisi risiko, terdapat sekitar 35.000 populasi di 3 kecamatan merupakan penduduk terpapar terhadap potensi bahaya banjir tersebut.
"Selain itu, kondisi rumah dan bangunan warga yang kurang kokoh dapat menyebabkan semakin rentannya masyarakat terhadap bencana cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi," kata Raditya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura diketahui 2 korban yakni BA (5) dan AA (4) merupakan warga Desa Tanah Hitam, Distrik Abepura. (Baca juga: Cerita Menegangkan Kapten Sanjoto saat Memburu DN Aidit di Kota Semarang)
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Jayapura berhasil mengevakuasi kedua korban dan memberikan pertolongan. Namun nyawa kedua anak ini tidak dapat diselamatkan," ujar Raditya, Kamis (1/10/2020). Hingga kini BPBD setempat masih melakukan pendataan dan penanganan darurat bencana banjir lebih lanjut. (Baca juga: Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan, Gatot Datang ke Telukjambe)
Berdasarkan analisis InaRISK, Kota Jayapura memang memiliki potensi bahaya banjir dengan kelas bahaya sedang sampai tinggi, dengan luas bahaya 9.000 hektare. Sementara dilihat dari sisi risiko, terdapat sekitar 35.000 populasi di 3 kecamatan merupakan penduduk terpapar terhadap potensi bahaya banjir tersebut.
"Selain itu, kondisi rumah dan bangunan warga yang kurang kokoh dapat menyebabkan semakin rentannya masyarakat terhadap bencana cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi," kata Raditya.
Lihat Juga :