Cegah Klaster Baru COVID-19 di Pilkada Serentak 2020, Polda NTB Gelar Lomba Kampanye Sehat

Rabu, 30 September 2020 - 21:35 WIB
loading...
Cegah Klaster Baru COVID-19...
Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal membuka lomba Kampanye Sehat Pilkada 2020. Foto/Ist
A A A
MATARAM - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) punya cara tersediri dalam mencegah potensi timbulnya klaster baru penyebaran COVID-19 saat Pilkada Serentak 2020. Setelah memaksa para pasangan calon (paslon) bersedia mematuhi protokol kesehatan dalam

Deklarasi Kampanye Sehat di Mapolda NTB 17 September 2020 lalu, Polda NTB kembali menggelar event lain. (Baca juga: Cerita Menegangkan Kapten Sanjoto saat Memburu DN Aidit di Kota Semarang)

Jika dalam deklarasi lebih kental pada nuansa warning akan sanksi administratif dan pidana yang bisa menjerat para paslon, maka pada event yang diberi nama Lomba Kampanye Sehat Pemilukada 2020 ini menstimulus kreativitas para paslon dalam berkampanye. Launching lomba dilakukan hari ini di lapangan tenis Mapolda NTB. (Baca juga: Malam Senyap Tanpa Kunang-kunang di Blitar Sepanjang 1965)

"Ada banyak cara kampanye yang lebih sesuai dengan Protokol Kesehatan COVID-19. Mau tak mau harus dilakukan cara kreatif. Nekat memaksakan kampanye model lama dengan dasar kerumunan bisa terkena sanksi," kata Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2020).

Menurut Iqbal, Lomba Kampanye Sehat dirancang untuk memancing cara kampanye yang kreatif. "Akan ada hadiah. Dan pemenang diumumkan seusai coblosan. Agar tidak ada nuansa politis dari lomba ini. Karena ini memang murni upaya kami bersama untuk mencegah terjadinya klaster baru," tandas mantan Kadiv Humas Mabes Polri tersebut.

Menurut dia, dewan juri selain dari polisi adalah perwakilan masyarakat, KPU, Bawaslu, dan TNI. Penilaian berdasarkan sejumlah parameter. “Yang paling tinggi skornya tentu saja bentuk kampanye kreatif yang dilakukan,” ucapnya.

Selain itu, parameter lainnya tentu saja terkait dengan protokol. Seperti adakah ketersediaan satgas dalam tim pemenangan, kemudian efektivitas kampanye kreatif yang digelar, dan seberapa banyak upaya kampanye kreatif itu menghindarkan dari kerumunan massa. "Bentuknya bebas. Silakan, apa saja, asal tidak melanggar protokol dan ketentuan hukum yang berlaku," tambahnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda NTB Tunjuk AKBP...
Polda NTB Tunjuk AKBP Hariyanto Jadi Plh Kapolres Bima Kota Gantikan AKBP Catur
Nyanyian Bripka dan...
Nyanyian Bripka dan AKP Bikin Eks Kapolres Bima Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Disita
Komjen Pol Fadil Imran...
Komjen Pol Fadil Imran Pimpin Patroli Udara Pastikan Pengamanan MotoGP Mandalika 2025
Polda NTB Tetapkan 20...
Polda NTB Tetapkan 20 Tersangka Perusakan hingga Penjarahan saat Demo Anarkis
Bareskrim Polri Asistensi...
Bareskrim Polri Asistensi Polda NTB Usut Kasus Tewasnya Brigadir Nurhadi
Bunuh Brigadir Anggota...
Bunuh Brigadir Anggota Propam Polda NTB, 2 Perwira Polisi Ditahan
Profil Irjen Pol Kalingga...
Profil Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, Lulusan Akpol 1992 Diangkat Menjadi Kapolda NTB
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Update! Daftar Lengkap...
Update! Daftar Lengkap 36 Kapolda Se-Indonesia setelah Irjen Edy Murbowo Jabat Kapolda NTB
Rekomendasi
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Infografis
WHO Tegaskan Orang Sehat...
WHO Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Disuntik Vaksin Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved