Susuri Kali Surabaya, Tim Patroli Air Temukan 5 Industri Buang Limbah di Sungai
Selasa, 29 September 2020 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya pencemaran limbah industri, limbah domestik dari pembuangan sampah di bantaran sungai juga menjadi perhatian Tim Patroli Air.
"Banyak sampah menumpuk di bantaran sungai yang dibakar. Bisa jadi karena pandemi ini, banyak masyarakat sekitar bantaran yang membeli makanan siap saji yang dibungkus. Lalu kemasannya dibuang di pinggir sungai dan dibakar. Kami melihat ada lebih dari 10 titik di sepanjang Kali Surabaya," jelasnya.
Kepala Sub Divisi Jasa ASA II/2, Firman Sarifudin Efendi mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Patroli Air, khususnya di Kali Surabaya. "Memang sejak COVID-19 sempat berhenti (kegiatan patroli air). Dan kini sudah mulai digelar kembali. Tentunya, kami menerapkan protokol kesehatan dengan wajib mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun, serta menggunakan rompi pelampung," katanya.
Ditanya mengenai kondisi Kali Surabaya selama pandemi COVID-19, dia memastikan tidak ada perubahan secara signifikan. Menurutnya, dibandingkan dengan tahun lalu, selama pandemi ini tidak ada perubahan dan masih sama.
"Hanya untuk laporan pencemaran dari pembuangan limbah industri ini hampir tidak ada. Fenomena shock loading (pembuangan limbah industri) yang menyebabkan ikan munggut hanya terjadi sekali dan itu bukan di Kali Surabaya," pungkasnya
"Banyak sampah menumpuk di bantaran sungai yang dibakar. Bisa jadi karena pandemi ini, banyak masyarakat sekitar bantaran yang membeli makanan siap saji yang dibungkus. Lalu kemasannya dibuang di pinggir sungai dan dibakar. Kami melihat ada lebih dari 10 titik di sepanjang Kali Surabaya," jelasnya.
Kepala Sub Divisi Jasa ASA II/2, Firman Sarifudin Efendi mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Patroli Air, khususnya di Kali Surabaya. "Memang sejak COVID-19 sempat berhenti (kegiatan patroli air). Dan kini sudah mulai digelar kembali. Tentunya, kami menerapkan protokol kesehatan dengan wajib mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun, serta menggunakan rompi pelampung," katanya.
Ditanya mengenai kondisi Kali Surabaya selama pandemi COVID-19, dia memastikan tidak ada perubahan secara signifikan. Menurutnya, dibandingkan dengan tahun lalu, selama pandemi ini tidak ada perubahan dan masih sama.
"Hanya untuk laporan pencemaran dari pembuangan limbah industri ini hampir tidak ada. Fenomena shock loading (pembuangan limbah industri) yang menyebabkan ikan munggut hanya terjadi sekali dan itu bukan di Kali Surabaya," pungkasnya
(msd)
Lihat Juga :