Alat Deteksi COVID-19 Buatan UGM Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi
Senin, 28 September 2020 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui selama ini, ventilator yang diimpor Indonesia, memiliki usia yang tidak lama. Dalam waktu lima tahun, ventilator tersebut sudah harus diganti dengan ventilator yang lebih canggih.
Namun, Indonesia dalam upayanya mengembangkan produk dalam negeri, berusaha menciptakan ventilator yang bisa bertahan seumur hidup.
Paripurna berharap pemerintah bisa membantu UGM, dalam menciptakan alat-alat kesehatan dalam negeri, sehingga bisa bersaing dengan produk-produk impor. Hal ini berlaku juga bagi dunia bisnis secara umum.
"Saya berharap juga ada setiap kementerian menekan berbagai kepentingan, sehingga bisa bersama-sama melawan pandemi. Tidak bisa dipungkiri ego sektoral masih ada,"
"Kita perlu mengingat bahwa ada kepentingan bersama yang harus diwujudkan. Menjamin jalannya kegiatan perekonomian merupakan tujuan semua pihak,"tegasnya.
Bersamaan itu, hal yang tidak kalah penting adalah melakukan pendekatan yang tepat kepada masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan.
"Pendekatan dengan sanksi pidana memang tidak banyak menolong. Saya rasa pendekatan kearifan lokal, seperti melibatkan masyarakat menjadi bagian dari penyelesaian masalah di masa pandemi lebih tepat diterapkan,"
"Demikian juga dengan media, yang diharapkan bisa mewartakan hal-hal positif untuk membantu menangani Covid-19," tutur lulusan Universitas Groningen, Belanda ini.
Namun, Indonesia dalam upayanya mengembangkan produk dalam negeri, berusaha menciptakan ventilator yang bisa bertahan seumur hidup.
Paripurna berharap pemerintah bisa membantu UGM, dalam menciptakan alat-alat kesehatan dalam negeri, sehingga bisa bersaing dengan produk-produk impor. Hal ini berlaku juga bagi dunia bisnis secara umum.
"Saya berharap juga ada setiap kementerian menekan berbagai kepentingan, sehingga bisa bersama-sama melawan pandemi. Tidak bisa dipungkiri ego sektoral masih ada,"
"Kita perlu mengingat bahwa ada kepentingan bersama yang harus diwujudkan. Menjamin jalannya kegiatan perekonomian merupakan tujuan semua pihak,"tegasnya.
Bersamaan itu, hal yang tidak kalah penting adalah melakukan pendekatan yang tepat kepada masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan.
"Pendekatan dengan sanksi pidana memang tidak banyak menolong. Saya rasa pendekatan kearifan lokal, seperti melibatkan masyarakat menjadi bagian dari penyelesaian masalah di masa pandemi lebih tepat diterapkan,"
"Demikian juga dengan media, yang diharapkan bisa mewartakan hal-hal positif untuk membantu menangani Covid-19," tutur lulusan Universitas Groningen, Belanda ini.
(zil)
Lihat Juga :