Daging Olahan Ayam Masuk Sulut, Pasokan Turun 17 Persen
Minggu, 27 September 2020 - 10:51 WIB
loading...
Monitoring dan pengambilan sampel yang dilakukan Karantina Pertanian sebagai upaya menjamin mutu dan kesehatan produk asal hewan agar aman dikonsumsi oleh masyarakat Sulut.foto/ist
A
A
A
MANADO - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado merilis data dari sistem One Stop Service (OSS) volume pemasukan daging ayam olahan ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan III-2020 sebanyak 165 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp16.3 miliar.
Jumlah ini bila dibandingkan dengan periode sama di tahun 2019 yang hanya 198 ton atau menurun 17%. Hal ini diprediksi akibat adanya pembatasan berskala besar berupa penutupan gerai makanan cepat saji dan restoran yang terbatas waktu operasionalnya akibat pandemi. (Baca: Pandemi COVID-19, Harga Daging Ayam di Kendal Melonjak)
"Produk olahan ini masuk melalui seluruh tempat pemasukan di Sulut yang kami jaga berasal dari berbagai kota," kata Donni Muksydayan Saragih, Kepala Karantina Pertanian Manado saat melakukan monitoring tindakan Karantina Pertanian di gudang pemilik CV. BL, Manado, akhir pekan lalu (26/9/2020).
Menurut Donni, kegiatan monitoring dan pengambilan sampel yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjamin mutu dan kesehatan produk asal hewan agar aman dikonsumsi oleh masyarakat Sulut. Saat ini sebanyak 6,8 ton produk olahan ayam milik CV. BL tiba di dermaga bongkar Pelabuhan Bitung dengan menumpang kapal KM. Tanto Tangguh dari Surabaya.
Masih menurut Donni, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik dan kesesuaian volume serta jenis produk. Selanjutnya, dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.(Baca: Serentak, Gubernur Sulut Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 15 Negara)
Jumlah ini bila dibandingkan dengan periode sama di tahun 2019 yang hanya 198 ton atau menurun 17%. Hal ini diprediksi akibat adanya pembatasan berskala besar berupa penutupan gerai makanan cepat saji dan restoran yang terbatas waktu operasionalnya akibat pandemi. (Baca: Pandemi COVID-19, Harga Daging Ayam di Kendal Melonjak)
"Produk olahan ini masuk melalui seluruh tempat pemasukan di Sulut yang kami jaga berasal dari berbagai kota," kata Donni Muksydayan Saragih, Kepala Karantina Pertanian Manado saat melakukan monitoring tindakan Karantina Pertanian di gudang pemilik CV. BL, Manado, akhir pekan lalu (26/9/2020).
Menurut Donni, kegiatan monitoring dan pengambilan sampel yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjamin mutu dan kesehatan produk asal hewan agar aman dikonsumsi oleh masyarakat Sulut. Saat ini sebanyak 6,8 ton produk olahan ayam milik CV. BL tiba di dermaga bongkar Pelabuhan Bitung dengan menumpang kapal KM. Tanto Tangguh dari Surabaya.
Masih menurut Donni, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik dan kesesuaian volume serta jenis produk. Selanjutnya, dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.(Baca: Serentak, Gubernur Sulut Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 15 Negara)
Lihat Juga :