Gandeng DPD RI, UPRI Makassar Bahas Pemulihan Ekonomi dan Pengembangan Selat Makassar
Sabtu, 26 September 2020 - 17:10 WIB
loading...
Forum Group Discussion (FGD) dengan tema APBN 2021 Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional dan Pengembangan Selat Makassar digelar di Hotel Four Point by Sheraton, Sabtu (26/09/2020). Foto : SINDOnews/Vivi Riski Indriani
A
A
A
MAKASSAR - Fakultas Ekonomi Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar menggandeng Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI membahas percepatan pemulihan ekonomi dan pengembangan Selat Makassar. Baca : Gubernur dan Pj Wali Kota Bahas Pembangunan Infrastruktur di Lanjukang
Forum Group Discussion (FGD) dengan tema "APBN 2021 Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional dan Pengembangan Selat Makassar' digelar di Hotel Four Point by Sheraton, Sabtu (26/09/2020).
Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin mengatakan Selat Makassar sangat potensial dan bisa diandalkan untuk mendongkrak perekonomian di Sulawesi Selatan, terutama Kota Makassar. Bahkan kata Dia, Selat Makassar masuk dalam Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah (RZ KAW) sebagaimana yang ditetapkan Presiden Jokowi melalui Perpres 83/2020.
Sehingga menurut dia, Selat Makassar ini nantinya akan semakin ramai. Apalagi ketika Kalimantan Timur menjadi ibu kota baru akan ada 4 juta lebih penduduk baru. "Sekarang saja penyebrangan Mamuju-Balikpapan, Mamuju-Bontang, dan Pare-Pare sudah padat. Nanti lahir lagi penyebrangan baru bukan lagi untuk barang dan jasa tapi orang wisata," kata Mahyudi.
Dia menyampaikan Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi. Bahkan, Kota Daeng ini cukup dikenal dengan beragam aneka kuliner yang lezat.
Forum Group Discussion (FGD) dengan tema "APBN 2021 Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional dan Pengembangan Selat Makassar' digelar di Hotel Four Point by Sheraton, Sabtu (26/09/2020).
Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin mengatakan Selat Makassar sangat potensial dan bisa diandalkan untuk mendongkrak perekonomian di Sulawesi Selatan, terutama Kota Makassar. Bahkan kata Dia, Selat Makassar masuk dalam Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah (RZ KAW) sebagaimana yang ditetapkan Presiden Jokowi melalui Perpres 83/2020.
Sehingga menurut dia, Selat Makassar ini nantinya akan semakin ramai. Apalagi ketika Kalimantan Timur menjadi ibu kota baru akan ada 4 juta lebih penduduk baru. "Sekarang saja penyebrangan Mamuju-Balikpapan, Mamuju-Bontang, dan Pare-Pare sudah padat. Nanti lahir lagi penyebrangan baru bukan lagi untuk barang dan jasa tapi orang wisata," kata Mahyudi.
Dia menyampaikan Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi. Bahkan, Kota Daeng ini cukup dikenal dengan beragam aneka kuliner yang lezat.
Lihat Juga :