Berwisata Sambil Belajar di Liang Bua
Jum'at, 25 September 2020 - 05:08 WIB
loading...
A
A
A
Kendati ukuran tubuh dan otaknya kecil, manusia purba sudah bisa menggunakan senjata yang terbuat dari batu. Senjata ini selain untuk melindungi diri, juga untuk berburu binatang liar.
Fosil-fosil Homo Floresiensis diperkirakan berasal dari 100.000 hingga 60.000 tahun yang lalu. Itu artinya, manusia kerdil ini hidup di sekitar tahun-tahun itu dan terus mengalami evolusi.
Tentang Liang Bua
Liang Bua adalah bahasa setempat Manggarai yang secara harafiah berarti gua (liang) sejuk/dingin (bua). Gua ini memiliki ukuran tinggi, langit-langit bagian dalam setinggi 25 meter, panjang 50 meter dan lebar 40 meter. Letaknya berada di 200 meter jauhnya dari pertemuan Sungai Wae Mulu dan Sungai Wae Rancang.
Dari sudut ilmu geologi, Liang Bua merupakan bentukan endokars yang berkembang pada batu gamping. Bentukan endokars itu berselingan dengan batu gamping pasiran. Batuan gamping itu diperkirakan berasal dari periode miosen tengah atau sekitar 15 juta tahun yang lampau. (Baca: Mistis Kampung Pitu, Hanya Bisa Dihuni 7 KK di Timur Gunung Nglanggeran )
Fosil-fosil Homo Floresiensis diperkirakan berasal dari 100.000 hingga 60.000 tahun yang lalu. Itu artinya, manusia kerdil ini hidup di sekitar tahun-tahun itu dan terus mengalami evolusi.
Tentang Liang Bua
Liang Bua adalah bahasa setempat Manggarai yang secara harafiah berarti gua (liang) sejuk/dingin (bua). Gua ini memiliki ukuran tinggi, langit-langit bagian dalam setinggi 25 meter, panjang 50 meter dan lebar 40 meter. Letaknya berada di 200 meter jauhnya dari pertemuan Sungai Wae Mulu dan Sungai Wae Rancang.
Dari sudut ilmu geologi, Liang Bua merupakan bentukan endokars yang berkembang pada batu gamping. Bentukan endokars itu berselingan dengan batu gamping pasiran. Batuan gamping itu diperkirakan berasal dari periode miosen tengah atau sekitar 15 juta tahun yang lampau. (Baca: Mistis Kampung Pitu, Hanya Bisa Dihuni 7 KK di Timur Gunung Nglanggeran )
Lihat Juga :