El Nino Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang hingga Awal Agustus 2026
Selasa, 28 Juli 2026 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
“Kondisi ini juga tercermin dari sifat hujan, dimana 89,97% wilayah didominasi kategori bawah normal. Hingga periode tersebut, sebanyak 509 Zona Musim atau sekitar 72,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/7/2026).
BMKG juga mengungkapkan bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan di berbagai daerah. Dampak kondisi kering mulai terlihat dari adanya laporan kekeringan pada periode 24–27 Juli 2026 di Jawa Tengah serta kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Baca juga: BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Menurut BMKG, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap berkurangnya ketersediaan air, meluasnya titik panas, serta potensi kebakaran pada lahan yang mudah terbakar.
“Meski demikian, hujan lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer. Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah,” tulis keterangan BMKG.
BMKG juga mengungkapkan bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan di berbagai daerah. Dampak kondisi kering mulai terlihat dari adanya laporan kekeringan pada periode 24–27 Juli 2026 di Jawa Tengah serta kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Baca juga: BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Menurut BMKG, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap berkurangnya ketersediaan air, meluasnya titik panas, serta potensi kebakaran pada lahan yang mudah terbakar.
“Meski demikian, hujan lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer. Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah,” tulis keterangan BMKG.
Lihat Juga :