Taman Anggrek Ragunan, Wisata Agro Jakarta yang Turut Dorong Retribusi Daerah
Selasa, 28 Juli 2026 - 08:15 WIB
loading...
Taman Anggrek Ragunan Dok.MPI
A
A
A
JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk dan padatnya aktivitas metropolitan, Kota Jakarta masih menyimpan ruang hijau yang menawarkan kesejukan sekaligus edukasi bagi warga. Salah satunya adalah Taman Anggrek Ragunan, kawasan wisata agro yang terletak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tepat di dekat pintu timur Kebun Binatang Ragunan.
Berdiri sejak tahun 1973, kawasan seluas kurang lebih lima hektare ini telah lama dikenal sebagai sentra budidaya dan pemasaran tanaman anggrek di Ibu Kota. Hingga kini, Taman Anggrek Ragunan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, khususnya bagi para pecinta tanaman hias.
Suasana asri langsung terasa saat melangkahkan kaki di kawasan ini. Deretan kios dan greenhouse berdiri rapi menampilkan ribuan pesona anggrek serta berbagai jenis tanaman hias lainnya. Pengunjung tidak hanya bisa berburu dan membeli tanaman, tetapi juga mendapatkan sarana edukasi mengenai ragam spesies anggrek dan teknik perawatan, pemupukan, hingga penanganan hama langsung dari para budidayawan.
Menyelaraskan Fungsi Publik dan Penerimaan Daerah
Selain sebagai wadah edukasi dan rekreasi publik, Taman Anggrek Ragunan memiliki peran vital dalam menggerakkan perputaran ekonomi lokal. Puluhan kavling lahan disewakan kepada para pelaku usaha tanaman hias untuk menguji keberuntungan bisnis dan membudidayakan koleksi mereka.
Sebagai aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kawasan ini menggabungkan fungsi sarana publik dengan fungsi penerimaan daerah yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Morris Danny, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan ini merupakan bentuk optimalisasi aset daerah agar berdampak ganda bagi ekonomi warga dan kas daerah.
"Pemanfaatan Taman Anggrek Ragunan melalui retribusi penyewaan lahan usaha menjadi langkah nyata optimalisasi aset daerah yang produktif. Penerimaan retribusi ini nantinya kembali dimanfaatkan untuk pemeliharaan fasilitas publik serta peningkatan pelayanan bagi masyarakat Jakarta," ujar Morris Danny.
Dengan tata kelola yang profesional, Taman Anggrek Ragunan membuktikan bahwa fasilitas publik mampu berdiri seimbang: menyediakan ruang terbuka hijau bagi warga, membuka lapangan usaha bagi penggiat agribisnis lokal, serta berkontribusi nyata terhadap retribusi penerimaan daerah.
Berdiri sejak tahun 1973, kawasan seluas kurang lebih lima hektare ini telah lama dikenal sebagai sentra budidaya dan pemasaran tanaman anggrek di Ibu Kota. Hingga kini, Taman Anggrek Ragunan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, khususnya bagi para pecinta tanaman hias.
Suasana asri langsung terasa saat melangkahkan kaki di kawasan ini. Deretan kios dan greenhouse berdiri rapi menampilkan ribuan pesona anggrek serta berbagai jenis tanaman hias lainnya. Pengunjung tidak hanya bisa berburu dan membeli tanaman, tetapi juga mendapatkan sarana edukasi mengenai ragam spesies anggrek dan teknik perawatan, pemupukan, hingga penanganan hama langsung dari para budidayawan.
Menyelaraskan Fungsi Publik dan Penerimaan Daerah
Selain sebagai wadah edukasi dan rekreasi publik, Taman Anggrek Ragunan memiliki peran vital dalam menggerakkan perputaran ekonomi lokal. Puluhan kavling lahan disewakan kepada para pelaku usaha tanaman hias untuk menguji keberuntungan bisnis dan membudidayakan koleksi mereka.
Sebagai aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kawasan ini menggabungkan fungsi sarana publik dengan fungsi penerimaan daerah yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Morris Danny, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan ini merupakan bentuk optimalisasi aset daerah agar berdampak ganda bagi ekonomi warga dan kas daerah.
"Pemanfaatan Taman Anggrek Ragunan melalui retribusi penyewaan lahan usaha menjadi langkah nyata optimalisasi aset daerah yang produktif. Penerimaan retribusi ini nantinya kembali dimanfaatkan untuk pemeliharaan fasilitas publik serta peningkatan pelayanan bagi masyarakat Jakarta," ujar Morris Danny.
Dengan tata kelola yang profesional, Taman Anggrek Ragunan membuktikan bahwa fasilitas publik mampu berdiri seimbang: menyediakan ruang terbuka hijau bagi warga, membuka lapangan usaha bagi penggiat agribisnis lokal, serta berkontribusi nyata terhadap retribusi penerimaan daerah.
(unt)
Lihat Juga :