60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Rabu, 15 Juli 2026 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
BMKG mengungkapkan bahwa penguatan periode kering tersebut turut dipengaruhi oleh fenomena El Niño, yang masih bertahan di Samudra Pasifik dengan nilai indeks Niño 3.4 sebesar +1,25 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -26,2.
Meski demikian, BMKG mengatakan potensi hujan belum sepenuhnya hilang. Dinamika atmosfer regional yang dipengaruhi aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby masih terpantau aktif di beberapa wilayah dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, seperti hujan lebat yang terjadi di Papua (99 mm/hari) dan Papua Tengah (76 mm/hari) pada 9 Juli 2026.
“Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia secara umum diprakirakan masih didominasi oleh curah hujan kategori rendah. Pada Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45% wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, sedangkan 8,52% wilayah berada pada kategori menengah, dan hanya sekitar 0,03% wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi,” tulis BMKG.
Curah hujan kategori rendah (<50 mm/dasarian), kata BMKG, diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua. Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada Dasarian II Juli 2026 relatif minimum.
Meskipun curah hujan secara umum diprakirakan rendah, BMKG mengungkapkan bahwa ada beberapa gangguan atmosfer masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprakirakan aktif melintasi sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara.
Meski demikian, BMKG mengatakan potensi hujan belum sepenuhnya hilang. Dinamika atmosfer regional yang dipengaruhi aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby masih terpantau aktif di beberapa wilayah dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, seperti hujan lebat yang terjadi di Papua (99 mm/hari) dan Papua Tengah (76 mm/hari) pada 9 Juli 2026.
“Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia secara umum diprakirakan masih didominasi oleh curah hujan kategori rendah. Pada Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45% wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, sedangkan 8,52% wilayah berada pada kategori menengah, dan hanya sekitar 0,03% wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi,” tulis BMKG.
Curah hujan kategori rendah (<50 mm/dasarian), kata BMKG, diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua. Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada Dasarian II Juli 2026 relatif minimum.
Meskipun curah hujan secara umum diprakirakan rendah, BMKG mengungkapkan bahwa ada beberapa gangguan atmosfer masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprakirakan aktif melintasi sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara.
Lihat Juga :