60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Rabu, 15 Juli 2026 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
“Sementara itu, Gelombang Ekuatorial Rossby yang berpropagasi ke arah barat diprakirakan aktif di sekitar Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, Sumatera bagian tengah hingga selatan, serta Sulawesi bagian tengah dan selatan,” paparnya.
Selain aktivitas gelombang atmosfer, Bibit Siklon Tropis 97W yang telah berkembang menjadi Siklon Tropis Haishen turut berpengaruh pada dinamika atmosfer di Indonesia. Keberadaan sistem tersebut diprakirakan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia, berupa potensi hujan dengan intensitas sedang di sebagian wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, serta peningkatan tinggi gelombang laut kategori sedang (1,25–2,5 meter) di Perairan Kepulauan Sangihe–Talaud, Laut Maluku bagian utara, dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
“Siklon Tropis Haishen juga membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Sulawesi, Perairan utara Papua, serta di sekitar pusat sirkulasinya, sehingga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut, terutama di wilayah yang relatif dekat dengan sistem,” pungkasnya.
Selain aktivitas gelombang atmosfer, Bibit Siklon Tropis 97W yang telah berkembang menjadi Siklon Tropis Haishen turut berpengaruh pada dinamika atmosfer di Indonesia. Keberadaan sistem tersebut diprakirakan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia, berupa potensi hujan dengan intensitas sedang di sebagian wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, serta peningkatan tinggi gelombang laut kategori sedang (1,25–2,5 meter) di Perairan Kepulauan Sangihe–Talaud, Laut Maluku bagian utara, dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
“Siklon Tropis Haishen juga membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Sulawesi, Perairan utara Papua, serta di sekitar pusat sirkulasinya, sehingga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut, terutama di wilayah yang relatif dekat dengan sistem,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :