Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
Rabu, 08 Juli 2026 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
"PAN senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat terkait perubahan nama Jawa Barat menjadi Tatar Pasundan atau Sunda. Apakah nanti akan terealisasi atau tidak, kita ikuti prosesnya. Ini masih panjang. Kita juga belum tahu bagaimana respons Pak Gubernur," kata Anggota Komisi XI DPR itu.
Dari sudut pandang sejarah, ia menganggap kurang pas opini pihak-pihak yang menolak perubahan nama dengan alasan bahwa tidak semua warga di Jawa Barat menggunakan bahasa Sunda. Dia mengungkapkan bahwa Kerajaan Tarumanagara di wilayah Bekasi merupakan akar dari sejarah Sunda.
Silsilah kekuasaan tersebut kemudian diteruskan oleh Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita dengan mendirikan Kerajaan Sunda, yang menjadi fondasi berdirinya Kerajaan Pakuan Pajajaran. "Prabu Tarusbawa inilah yang mendirikan Kerajaan Sunda yang kemudian menjadi Pakuan Pajajaran. Itu ada bukunya, itu sejarah. Jadi Sunda itu bukan lagi berbicara tentang etnis, tetapi kawasan," jelasnya.
Atas dasar tersebut, ia meminta warga untuk melihat rencana pergantian nama provinsi ini lewat kacamata sejarah dan budaya, alih-alih hanya mengaitkannya dengan isu identitas etnis. "Kalau ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan nama itu, ya tadi, walaupun saya terkesan bercanda, tapi ini harus direnungi oleh kita semua. Yang pemilik rumah mau ganti nama, masa dilarang," pungkasnya.
Dari sudut pandang sejarah, ia menganggap kurang pas opini pihak-pihak yang menolak perubahan nama dengan alasan bahwa tidak semua warga di Jawa Barat menggunakan bahasa Sunda. Dia mengungkapkan bahwa Kerajaan Tarumanagara di wilayah Bekasi merupakan akar dari sejarah Sunda.
Silsilah kekuasaan tersebut kemudian diteruskan oleh Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita dengan mendirikan Kerajaan Sunda, yang menjadi fondasi berdirinya Kerajaan Pakuan Pajajaran. "Prabu Tarusbawa inilah yang mendirikan Kerajaan Sunda yang kemudian menjadi Pakuan Pajajaran. Itu ada bukunya, itu sejarah. Jadi Sunda itu bukan lagi berbicara tentang etnis, tetapi kawasan," jelasnya.
Atas dasar tersebut, ia meminta warga untuk melihat rencana pergantian nama provinsi ini lewat kacamata sejarah dan budaya, alih-alih hanya mengaitkannya dengan isu identitas etnis. "Kalau ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan nama itu, ya tadi, walaupun saya terkesan bercanda, tapi ini harus direnungi oleh kita semua. Yang pemilik rumah mau ganti nama, masa dilarang," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :