Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
Sabtu, 04 Juli 2026 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 5 Dampak Letusan Gunung Krakatau di Tahun 1883, Dunia Sampai Dikira Sudah Kiamat
PVMBG mengingatkan bahwa perkembangan teknologi AI seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan digunakan untuk menyebarkan informasi yang dapat meresahkan publik. “Kecerdasan buatan sebaiknya digunakan untuk hal-hal baik, bukan untuk Meresahkan Masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Badan Geologi telah resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) per Kamis, 2 Juli 2026. Kenaikan status dimulai setelah terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (+357 m di atas permukaan laut).
Dengan adanya kenaikan status menjadi Siaga, masyarakat, wisatawan maupun pendaki melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi.
PVMBG mengingatkan bahwa perkembangan teknologi AI seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan digunakan untuk menyebarkan informasi yang dapat meresahkan publik. “Kecerdasan buatan sebaiknya digunakan untuk hal-hal baik, bukan untuk Meresahkan Masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Badan Geologi telah resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) per Kamis, 2 Juli 2026. Kenaikan status dimulai setelah terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (+357 m di atas permukaan laut).
Dengan adanya kenaikan status menjadi Siaga, masyarakat, wisatawan maupun pendaki melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi.
(shf)
Lihat Juga :