Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Kesehatan Gratis di Pangandaran Tergolong Baik
Selasa, 22 September 2020 - 10:39 WIB
loading...
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata
A
A
A
PANGANDARAN - Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan kesehatan dari Pemerintah Daerah di Kabupaten Pangandaran tergolong Baik. Data BAPPEDA Kabupaten Pangandaran mencatat, nilai rata-rata IKM di Kabupaten Pangandaran berada pada angka 79,93 dengan mutu pelayanan B dan kinerja bidang layanan Baik.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Pangandaran Agus Satriadi mengatakan, ada 4 pelayanan yang saat ini mendapat penilaian IKM diantaranya, pelayanan kesehatan, pelayanan jalan, pelayanan pendidikan dasar dan menengah juga pelayanan pariwisata. "Dari ke 4 pelayanan tersebut, layanan kesehatan menempati nilai tertinggi dengan angka 84,48 sedangkan mutu layanan mendapat nilai B dan kinerja bidang layanan memperoleh predikat Baik," kata Agus.
Agus menambahkan, nilai IKM pelayanan jalan menempati nilai 77,16 dengan mutu layanan B dan kinerja bidang layanan Baik. Sementara nilai IKM pelayanan pendidikan dasar dan menengah mendapat nilai 77,49 dengan mutu layanan B dan kinerja bidang layanan Baik. Sedangkan IKM pelayanan pariwisata menempati nilai 80,49 dengan mutu pelayanan B dan kinerja bidang layanan Baik.
"Kesehatan merupakan salah satu variabel pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka nilai IKM akan erat kaitannya dengan nilai indeks kesehatan pada rumus IPM," tambahnya.
Pada tahun 2018, IPM di Kabupaten Pangandaran menempati angka 67,44, untuk Indeks Kesehatan berada pada angka 78,22 dengan salah satu variabel angka harapan hidup 70,84. Keberhasilan bidang kesehatan mendapatkan nilai IKM dengan angka 84,48 tersebut tidak terlepas keberpihakan anggaran yang teralokasikan.
Kabupaten Pangandaran berhasil membangun 15 Puskesmas di 10 Kecamatan di antaranya 11 Puskesmas rawat inap dan 4 Puskesmas non rawat inap atau Puskesmas pembantu dengan fasilitas hotel bintang 3. "Untuk pembangunan Puskesmas, Pemerintah Daerah merealisasikan anggaran Rp46,66 miliar," terangnya.
Rincian anggaran Rp46,66 miliar tersebut pada tahun 2016 terealisasi untuk pembangunan Puskesmas di dua lokasi berbeda dengan nilai anggaran Rp6 miliar. Sedangkan pada tahun 2017, realisasi anggaran pembangunan Puskesmas terdapat di tujuh lokasi berbeda dengan total penggunaan anggaran Rp31,15 miliar.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Pangandaran Agus Satriadi mengatakan, ada 4 pelayanan yang saat ini mendapat penilaian IKM diantaranya, pelayanan kesehatan, pelayanan jalan, pelayanan pendidikan dasar dan menengah juga pelayanan pariwisata. "Dari ke 4 pelayanan tersebut, layanan kesehatan menempati nilai tertinggi dengan angka 84,48 sedangkan mutu layanan mendapat nilai B dan kinerja bidang layanan memperoleh predikat Baik," kata Agus.
Agus menambahkan, nilai IKM pelayanan jalan menempati nilai 77,16 dengan mutu layanan B dan kinerja bidang layanan Baik. Sementara nilai IKM pelayanan pendidikan dasar dan menengah mendapat nilai 77,49 dengan mutu layanan B dan kinerja bidang layanan Baik. Sedangkan IKM pelayanan pariwisata menempati nilai 80,49 dengan mutu pelayanan B dan kinerja bidang layanan Baik.
"Kesehatan merupakan salah satu variabel pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka nilai IKM akan erat kaitannya dengan nilai indeks kesehatan pada rumus IPM," tambahnya.
Pada tahun 2018, IPM di Kabupaten Pangandaran menempati angka 67,44, untuk Indeks Kesehatan berada pada angka 78,22 dengan salah satu variabel angka harapan hidup 70,84. Keberhasilan bidang kesehatan mendapatkan nilai IKM dengan angka 84,48 tersebut tidak terlepas keberpihakan anggaran yang teralokasikan.
Kabupaten Pangandaran berhasil membangun 15 Puskesmas di 10 Kecamatan di antaranya 11 Puskesmas rawat inap dan 4 Puskesmas non rawat inap atau Puskesmas pembantu dengan fasilitas hotel bintang 3. "Untuk pembangunan Puskesmas, Pemerintah Daerah merealisasikan anggaran Rp46,66 miliar," terangnya.
Rincian anggaran Rp46,66 miliar tersebut pada tahun 2016 terealisasi untuk pembangunan Puskesmas di dua lokasi berbeda dengan nilai anggaran Rp6 miliar. Sedangkan pada tahun 2017, realisasi anggaran pembangunan Puskesmas terdapat di tujuh lokasi berbeda dengan total penggunaan anggaran Rp31,15 miliar.
Lihat Juga :