Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Jum'at, 19 Juni 2026 - 18:44 WIB
loading...
A
A
A
“Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Anwar.
Lihat video: UMKM Sekarat Akibat Impor! Kenapa Krisis Sekarang Lebih Ngeri Dibanding Tahun 98?
Ekspor lidi ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, perluasan kesempatan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, dan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
Sementara itu, Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia Setiyono menegaskan bahwa pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.
Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan, sejak akhir tahun 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurutnya, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif. “Peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka bagi petani dan UMKM di sentra-sentra perkebunan sawit,” katanya.
Lihat video: UMKM Sekarat Akibat Impor! Kenapa Krisis Sekarang Lebih Ngeri Dibanding Tahun 98?
Ekspor lidi ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, perluasan kesempatan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, dan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
Sementara itu, Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia Setiyono menegaskan bahwa pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.
Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan, sejak akhir tahun 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurutnya, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif. “Peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka bagi petani dan UMKM di sentra-sentra perkebunan sawit,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :