Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Rabu, 17 Juni 2026 - 18:48 WIB
loading...
Badan Geologi menegaskan informasi yang beredar tentang Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar, kenaikan lava hingga pengisian kantong magma merupakan hoaks. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Viral sebuah narasi di media sosial (Threads) yang mengklaim bahwa Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar, mengalami kenaikan lava, pengisian kantong magma (chamber), serta adanya tekanan lempeng dari jalur Bojonegoro. Badan Geologi menegaskan bahwa informasi itu tidak benar atau hoaks.
“Badan Geologi dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks),” tegas Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: 7 Fakta Menarik Tentang Lawu, Gunung Berapi yang Penuh Misteri
Diketahui, Gunungapi Lawu merupakan gunungapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Secara geografis, Gunungapi Lawu berada pada koordinat -7.6284 LS, 111.1942 BT dengan elevasi 3.265 meter di atas permukaan laut.
Lana mengungkapkan bahwa Gunungapi Lawu termasuk gunungapi tipe B atau gunungapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.
“Tidak ada catatan sejarah tentang aktivitas Gunungapi Lawu di masa lalu. Aktivitas vulkanik Gunungapi Lawu saat ini berupa aktivitas gas solfatara di Kawah Candradimuka,” jelasnya.
Baca juga: Gunung Lawu Diselimuti Misteri Moksanya Prabu Brawijaya V Raja Majapahit Terakhir
Lana pun menjelaskan bahwa pada tahun 2021 dan 2023, tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM melakukan penyelidikan geokimia di Gunungapi Lawu.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposisi gas di Kawah Candradimuka Gunungapi Lawu terdiri dari gas uap air (H2O), CO2, H2S, SO2, NH3, N2, dan H2. Gas-gas vulkanik ini merupakan gas yang normal ditemui di gunungapi aktif seperti Gunungapi Lawu.
“Hasil pengukuran suhu di Kawah Candradimuka menunjukkan nilai 90,892 yang mengindikasikan tidak terjadi kenaikan lava ke permukaan,” tegasnya.
Sementara itu, kata Lana, bahwa hasil analisis kimia gas di beberapa sampel air panas yang berada di sekitar Gunungapi Lawu menunjukkan bahwa magmatisme di Gunungapi Lawu masih aktif.
“Namun demikian dari hasil analisis dan beberapa frekuensi pengambilan sampel menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan komposisi kimia air dan gas vulkanik yang signifikan yang mengindikasikan tidak adanya kenaikan fluida (campuran gas, cairan, dan padatan batuan) ke permukaan Gunungapi Lawu sebagaimana ditulis dalam narasi hoaks di media sosial,” pungkasnya.
“Badan Geologi dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks),” tegas Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: 7 Fakta Menarik Tentang Lawu, Gunung Berapi yang Penuh Misteri
Diketahui, Gunungapi Lawu merupakan gunungapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Secara geografis, Gunungapi Lawu berada pada koordinat -7.6284 LS, 111.1942 BT dengan elevasi 3.265 meter di atas permukaan laut.
Lana mengungkapkan bahwa Gunungapi Lawu termasuk gunungapi tipe B atau gunungapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.
“Tidak ada catatan sejarah tentang aktivitas Gunungapi Lawu di masa lalu. Aktivitas vulkanik Gunungapi Lawu saat ini berupa aktivitas gas solfatara di Kawah Candradimuka,” jelasnya.
Baca juga: Gunung Lawu Diselimuti Misteri Moksanya Prabu Brawijaya V Raja Majapahit Terakhir
Lana pun menjelaskan bahwa pada tahun 2021 dan 2023, tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM melakukan penyelidikan geokimia di Gunungapi Lawu.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposisi gas di Kawah Candradimuka Gunungapi Lawu terdiri dari gas uap air (H2O), CO2, H2S, SO2, NH3, N2, dan H2. Gas-gas vulkanik ini merupakan gas yang normal ditemui di gunungapi aktif seperti Gunungapi Lawu.
“Hasil pengukuran suhu di Kawah Candradimuka menunjukkan nilai 90,892 yang mengindikasikan tidak terjadi kenaikan lava ke permukaan,” tegasnya.
Sementara itu, kata Lana, bahwa hasil analisis kimia gas di beberapa sampel air panas yang berada di sekitar Gunungapi Lawu menunjukkan bahwa magmatisme di Gunungapi Lawu masih aktif.
“Namun demikian dari hasil analisis dan beberapa frekuensi pengambilan sampel menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan komposisi kimia air dan gas vulkanik yang signifikan yang mengindikasikan tidak adanya kenaikan fluida (campuran gas, cairan, dan padatan batuan) ke permukaan Gunungapi Lawu sebagaimana ditulis dalam narasi hoaks di media sosial,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :