Pakar FKM Unair: Hadapi Pandemi COVID-19, Pemerintah Harus Jadi Role Model
Senin, 21 September 2020 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Masyarakat juga akan enggan mematuhi protokol kesehatan. “Jika pemerintah dan petugas sendiri yang melanggar maka masyarakat akan bertanya-tanya, pandemi COVID-19 ini serius atau tidak?” ujar dia.
Oedojo menuturkan, perputaran ekonomi pada dasarnya berdasarkan pergerakan manusia. Ketika manusia bergerak, maka ekonomi pun berjalan. Namun saat ini, pandemi COVID-19 membuat pergerakan manusia terbatas sehingga mengakibatkan perekonomian juga bermasalah.
Masalah pandemi ini perlu segera diatasi lebih dulu dan pemerintah harus serius dalam menanganinya. Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) perlu diperketat dan dilengkapi dengan sanksi yang tegas namun mendidik. “Pembukaan PSBB di suatu kota juga seharusnya dilakukan perlahan, jangan langsung semua lokasi dibuka,” tutur Oedojo.
Dosen FKM Unair lainnya Dr dr Rachmat Hargono MS MPH mengatakan, stigma pandemi COVID-19 saat ini menjadi musuh terbesar untuk penanggulangan COVID-19. Karena stigma bahwa pasien yang didiagnosis COVID-19 akan melalui prosedur yang rumit maka akan membuat masyarakat menjadi cenderung untuk menyembunyikan diri atau anggota keluarga jika ada yang mengalami gejala penyakit tersebut.
Ketika ada pasien COVID-19 yang menyembunyikan diri, atau keluarga menyembunyikan pasien maka rantai penularan akan sulit bahkan tidak mungkin dapat diputus. Untuk itu, stigma harus dilawan dan diperangi dengan sebaik-baiknya berdasarkan data dan fakta agar tidak ada keraguan dari masyarakat.
“Dengan begitu, mereka tidak menjadi takut tapi tetap waspada untuk terus menjaga lingkungan agar tidak terkena COVID-19,” kata Rachmat.
Oedojo menuturkan, perputaran ekonomi pada dasarnya berdasarkan pergerakan manusia. Ketika manusia bergerak, maka ekonomi pun berjalan. Namun saat ini, pandemi COVID-19 membuat pergerakan manusia terbatas sehingga mengakibatkan perekonomian juga bermasalah.
Masalah pandemi ini perlu segera diatasi lebih dulu dan pemerintah harus serius dalam menanganinya. Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) perlu diperketat dan dilengkapi dengan sanksi yang tegas namun mendidik. “Pembukaan PSBB di suatu kota juga seharusnya dilakukan perlahan, jangan langsung semua lokasi dibuka,” tutur Oedojo.
Dosen FKM Unair lainnya Dr dr Rachmat Hargono MS MPH mengatakan, stigma pandemi COVID-19 saat ini menjadi musuh terbesar untuk penanggulangan COVID-19. Karena stigma bahwa pasien yang didiagnosis COVID-19 akan melalui prosedur yang rumit maka akan membuat masyarakat menjadi cenderung untuk menyembunyikan diri atau anggota keluarga jika ada yang mengalami gejala penyakit tersebut.
Ketika ada pasien COVID-19 yang menyembunyikan diri, atau keluarga menyembunyikan pasien maka rantai penularan akan sulit bahkan tidak mungkin dapat diputus. Untuk itu, stigma harus dilawan dan diperangi dengan sebaik-baiknya berdasarkan data dan fakta agar tidak ada keraguan dari masyarakat.
“Dengan begitu, mereka tidak menjadi takut tapi tetap waspada untuk terus menjaga lingkungan agar tidak terkena COVID-19,” kata Rachmat.
Lihat Juga :