Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan

Selasa, 09 Juni 2026 - 10:24 WIB
loading...
Gempa M7,8 Filipina...
Ilustrasi/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Gempa kekuatan M7,8 yang mengguncang selatan Filipina dan sebagian wilayah Sulawesi Utara dan memunculkan tsunami, pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.37 WIB, seharusnya tidak dibaca sebagai peristiwa tunggal. Gempa ini adalah alarm keras, bukan hanya bagi Filipina, tetapi juga bagi Indonesia.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengungkapkan ketika bangunan runtuh dan laut bergerak tidak biasa, sesungguhnya yang sedang kita saksikan adalah pelepasan sebagian kecil dari energi besar yang telah lama tersimpan di bawah laut.

"Dalam hitungan detik, bangunan rusak, laut bergerak tidak biasa, dan kepanikan menyebar di pesisir. Bagi sebagian orang, ini adalah bencana yang datang tiba-tiba. Namun bagi ilmu kebumian, ini adalah bagian dari cerita panjang yang belum selesai," kata Daryono dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas

Daryono menjelaskan bahwa kawasan ini bukan wilayah tektonik biasa. Ia adalah simpul kompleks beberapa sumber gempa potensial seperti Subduksi Lempeng Laut Filipina, Subduksi Cotabato dan Subduksi Ganda Lempeng Laut Maluku (Molluca Sea Double Subduction).

"Di kedalaman, zona subduksi bekerja tanpa henti, mengunci dan mengumpulkan energi selama puluhan hingga ratusan tahun. Ketika batas elastisitas itu akhirnya gagal menahan tekanan, lahirlah gempa besar, dan dlm banyak kasus, tsunami," jelasnya.

Kondisi Tektonik

Daryono juga menjelaskan bahwa kawasan timur Indonesia hingga Filipina merupakan salah satu wilayah dengan kompleksitas tektonik tertinggi di dunia, ditandai oleh interaksi multipel lempeng dan sistem subduksi yang saling berimpit.

Zona Subduksi Lempeng Laut Filipina, kata Daryono, memperlihatkan penunjaman lempeng samudra yang aktif dengan kecepatan konvergensi tinggi, menghasilkan aktivitas seismik intens serta potensi gempa besar dan tsunami. Sistem ini tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan struktur tektonik di sekitarnya yang memperumit pola deformasi kerak.

Di bagian selatan Filipina, ungkap Daryono, Subduksi Cotabato menunjukkan karakter unik berupa sistem penunjaman yang relatif sempit namun aktif, dgn segmentasi yang kuat. Zona ini berasosiasi dgn deformasi kerak yang kompleks, termasuk pembentukan sesar naik dan sesar geser yang meningkatkan potensi gempa dangkal merusak. "Aktivitas di wilayah ini mencerminkan transisi antara dominasi subduksi dan deformasi intra-lempeng," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Rekomendasi
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved