15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Selasa, 02 Juni 2026 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
Aam pun membeberkan bahwa memasuki musim kemarau, Karhutla juga terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Desa Simpang 4 Rajawali, Kecamatan Ketol, pada Senin (1/6/2026).
"Lahan terbakar seluas satu hektare dan api telah padam. Personel gabungan dari BPBD Aceh Tengah, Damkar, TNI, dan Polri terus berupaya melakukan pemantauan dan penanganan," paparnya.
Sementara itu dari Provinsi Riau, dilaporkan per Senin (1/6/2026) total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026 mencapai 15.031,58 hektare.
Data Sipongi mencatat penambahan luasan lahan terbakar terjadi antara lain lima hektare di Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu; 44,4 hektare di Dusun Sejati, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir; dan satu hektare di RT 03/RW 01, Kelurahan Kandis Kota, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama masa peralihan musim, seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi," imbaunya.
"Lahan terbakar seluas satu hektare dan api telah padam. Personel gabungan dari BPBD Aceh Tengah, Damkar, TNI, dan Polri terus berupaya melakukan pemantauan dan penanganan," paparnya.
Sementara itu dari Provinsi Riau, dilaporkan per Senin (1/6/2026) total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026 mencapai 15.031,58 hektare.
Data Sipongi mencatat penambahan luasan lahan terbakar terjadi antara lain lima hektare di Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu; 44,4 hektare di Dusun Sejati, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir; dan satu hektare di RT 03/RW 01, Kelurahan Kandis Kota, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama masa peralihan musim, seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi," imbaunya.
(shf)
Lihat Juga :