Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati

Senin, 25 Mei 2026 - 17:15 WIB
loading...
Cuaca Ekstrem Masih...
Tim BPBD Kabupaten Bogor melakukan pemantauan dan penanganan di permukiman warga yang terdampak banjir, di Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung dan Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Minggu (24/5/2026). Foto: BPBD Kabupaten Bogor
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Minggu (24/5/2026), pukul 07.00 WIB, hingga Senin (25/5/2026), pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian hidrometeorologi basah masih tercatat pada kurun waktu tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan banjir melanda Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (24/5/2026), pukul 16.30 WIB. Peristiwa itu dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama kemudian menyebabkan Sungai Rengas dan Cijayanti meluap hingga melimpas ke permukiman warga.

Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan kejadian banjir ini juga diperparah oleh drainase air yang kurang baik. Wilayah yang terdampak mencakup dua desa, yaitu Desa Waru Jaya di Kecamatan Parung dan Desa Cijayanti di Kecamatan Babakan Madang.

Baca juga: GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold



"Sebanyak 611 jiwa dari 178 kepala keluarga (KK) yang terdampak harus mengungsi ke rumah kerabat atas kejadian ini. Pada Minggu malam (24/5) genangan berangsur surut dan sebagian warga membersihkan secara mandiri," ungkap Aam dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5/2026).

Masih di Kabupaten Bogor, angin kencang melanda dua desa di dua kecamatan, yaitu Desa Cibeuteung Muara di Kecamatan Ciseeng dan Desa Tamansari di Kecamatan Rumpin. Fenomena ini terjadi pada Minggu (24/5), pukul 13.30 WIB. Sebanyak 320 jiwa dari 92 KK terdampak dan 4 KK harus mengungsi.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat kerugian materiil yang ditimbulkan meliputi rumah rusak berat 1 unit, rusak sedang 8 unit dan rusak ringan 83 unit," kata Aam.

Pascaangin kencang petugas BPBD dengan bantuan warga telah membersihkan pohon tumbang. Di samping itu, warga yang rumahnya rusak telah memperbaikinya secara mandiri.

Sementara itu, data pemutakhiran situasi banjir di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, per Minggu (24/5), warga yang terdampak mulai membersihkan rumah dari sisa sampah dan lumpur yang terbawa banjir. Di sebagian titik, tinggi muka air (TMA) masih teramati berkisar 5 hingga 30 cm.

"Banjir yang melanda wilayah Pati ini terjadi pada Sabtu (23/5), pukul 03.00 WIB setelah adanya hujan lebat dan jebolnya tanggul di dekat pemukiman," kata Aam.

Aam pun melaporkan bahwa dua desa di dua kecamatan terdampak yaitu Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, dan Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan. Banjir berdampak pada 399 unit rumah dan merendam 74 unit rumah warga.

Merespons bencana hidrometeorologi basah yang masih terjadi pada pekan kelima Mei 2026, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga.

"Di sisi lain, memasuki bulan Juni, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi curah hujan pada kategori menengah hingga rendah. Namun demikian, BNPB meminta semua pihak untuk mewaspadai setiap jenis ancaman, baik hidrometeorologi basah, kering maupun bahaya geologi," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Rekomendasi
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Infografis
Modifikasi Cuaca Berlanjut...
Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga 9 September 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved