PBB-P2 2026 Bisa Lebih Ringan, Warga Jakarta Perlu Cek Skema Pengurangannya

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:03 WIB
loading...
PBB-P2 2026 Bisa Lebih...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung kesejahteraan warga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui Kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026, Pemprov DKI memantapkan langkah dengan menghadirkan berbagai skema pengurangan pokok pajak yang dirancang interaktif, berkeadilan, serta meringankan beban masyarakat.

Langkah strategis ini secara resmi tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 339 Tahun 2026 tentang Kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2026. Kebijakan ini hadir sebagai jawaban atas aspirasi warga yang membutuhkan relaksasi fiskal di tengah dinamika ekonomi kota yang terus bergerak produktif.

Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Morris Danny, menegaskan bahwa kebijakan insentif ini sengaja dirancang komprehensif agar dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara tepat sasaran, baik melalui mekanisme otomatis maupun mekanisme permohonan.

"Kebijakan insentif PBB-P2 tahun 2026 ini bukan sekadar stimulus fiskal biasa, melainkan wujud nyata kehadiran dan kepedulian Pemprov DKI Jakarta dalam meringankan beban keuangan warga. Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang merasa terbebani oleh lonjakan pajak yang tidak proporsional," ujar Morris Danny.

Kemudahan Optimal Lewat Pengurangan Secara Jabatan (Otomatis)
Bagi masyarakat umum, salah satu kabar paling menggembirakan adalah adanya skema pengurangan secara jabatan. Melalui skema ini, wajib pajak yang memenuhi kriteria tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan birokrasi atau pengajuan berkas, sebab sistem Bapenda DKI Jakarta akan langsung memotong nominal ketetapan secara otomatis.

Morris Danny memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemprov DKI memberikan pengurangan signifikan sebesar 50 persen dari PBB-P2 terutang. Keringanan otomatis ini ditujukan khusus bagi wajib pajak yang pada tahun pajak 2025 lalu memiliki ketetapan PBB-P2 sebesar nol rupiah, tidak memenuhi syarat pembebasan pokok penuh, serta bukan merupakan objek pajak baru yang ditetapkan pada tahun 2026.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memasang 'rem darurat' untuk mengantisipasi lonjakan nilai pajak akibat pemutakhiran data atau kenaikan nilai pasar. Pemprov DKI Jakarta membatasi kenaikan pembayaran PBB-P2 tahun 2026 maksimal hanya sebesar 5 persen dari nilai pembayaran pada tahun pajak 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Rekomendasi
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas Khusus Mirip Argentina di Piala Dunia
Berita Terkini
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved